Pinjol Ilegal Bikin Resah, Ridwan Kamil Minta Bank Konvensional Lebih Gesit

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 13:59 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri Halal bi Halal bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jabar dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jabar via konferensi video di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (21/5/2021).
Foto: Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Humas Pemprov Jabar).
Bandung -

Praktek pinjaman online (pinjol) ilegal membuat resah warga Jawa Barat. Pasalnya, bukan hanya cara menagihnya yang horor, bunga dendanya pun sangat mencekik.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan seharusnya perbankan konvensional, harus lebih gesit dalam mengatasi maraknya pinjol ilegal ini. Persepsi mengurus suntikan dana di bank konvensional yang rumit harus dihilangkan.

"Makanya kalau mau memberantas rentenir, pinjol juga rentenir pada dasarnya tapi online, bank tradisional atau konvensional harus segesit pinjol tapi tidak se-zalim mereka dalam administrasi dan penagihannya, tahun depan kita kan konsepkan market pinjol ini dari sisi keuangan perbankan di Jabar, dengan memudahkan dan membantu kebutuhan," kata Ridwan Kamil di Hotel Horison, Kota Bandung, Selasa (19/10/2021).

Ia mengapresiasi langkah dari kepolisian yang berupaya memberantas praktek lintah darat online ini. Setidaknya, kata dia, fenomena ini bisa dihentikan sambil melakukan transisi sistem perbankan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.

"Derasnya pinjol kemarin mengalahkan literasi yang sudah dilakukan dengan ada penegakan hukum saya senang minimal diberhentikan fenomena ini kemudian digantikan kemudahan-kemudahan sistem perbankan yang konvensional," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Dia mengungkapkan sebenarnya Pemprov Jabar dan Bank bjb telah berkolaborasi dengan membuat program Kredit Mesra dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bunganya rendah.

"Sehingga harus dua arah, masyarakat gunakan pinjaman dari lembaga keuangan yang terpercaya, saya juga memotivasi bank daerah, kenapa pinjol ramai karena mudah ngurusnya, persepsi perbankan yang agak susah ngurus dan pinjaman itu harus diubah," ujarnya.

(yum/mso)