Penyelundupan Ribuan Benur untuk Ekspor Digagalkan Polisi Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 17 Okt 2021 13:06 WIB
Ribuan benur siap ekspor diamankan polisi Sukabumi
Ribuan benur siap ekspor diamankan polisi Sukabumi (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi -

Personel Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim, Polres Sukabumi berhasil menggagalkan penyelundupan benur atau benih lobster bernilai ratusan juta dalam seminggu.

Dua pelaku berinisial H (34) dan AA (21) dibekuk polisi saat akan mengirim benur ke pengepul. Keduanya kedapatan membawa 4.300 benur hidup jenis mutiara dan pasir yang dibungkus dalam puluhan plastik bening.

"Kita amankan pelaku penyelundupan benur untuk ekspor, jadi bukan untuk budidaya ya tapi untuk ekspor. Jumlah total benur yang kami amankan sebanyak 4300 ekor, jenis pasir 4050 ekor dan mutiara 250 ekor," kata Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah didampingi KBO Reskrim Ipda Ruskan Herawan, Minggu (17/10/2021).

Dedy mengatakan penjualan benur untuk ekspor tersebut bernilai ratusan juta rupiah untuk satu minggu pengiriman. Untuk yang diamankan sebanyak 4.300 ekor bernilai Rp 64 juta.

"Rinciannya dari 4300 ekor itu bernilai Rp 64.612.500, ini untuk sekali pengiriman ya, pelaku ini setiap hari bisa menjual benur di atas 1.000 ekor artinya dalam seminggu bisa ratusan juta rupiah," jelas Dedy.

"Untuk pelaku yang kami amankan H adalah sopir sementara AA staf pengepul. Dia mendapat gaji satu bulan Rp 2 juta dari bosnya, catatan mereka ini bukan nelayan namun memang pekerja swasta," sambungnya.

Untuk modus Dedy kembali menjelaskan bahwa pelaku memang memiliki aktivitas mengekspor benur. "Modus mencari keuntungan jadi di jual ke luar negeri, untuk yang lainnya dalam pendalaman hasil pemeriksaan awal bukan untuk dibudidaya tetapi di jual," tutur Dedy.

Tidak seperti biasanya, Dedy mengatakan press rilis sengaja ia gelar di area Dermaga II, Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP) agar aktivitas tersebut bisa dilihat langsung warga nelayan.

"Kami melakukan rilis di dermaga atau Tempat Pelelangan Ikan ini sekaligus mengedukasi teman-teman nelayan perihal adanya aturan soal Benur yang tidak boleh di ekspor karena ada ketentuan hukumnya," pungkas dia.

(sya/mud)