Olah TKP Susur Sungai Maut, Polisi Belum Temukan Alat Keselamatan

Dadang Hermansyah - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 20:16 WIB
Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi
Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi/Foto: Dadang Hermansyah
Ciamis -

Tim Inafis Polres Ciamis telah melakukan olah tempat kejadian 11 siswa MTs Harapan Baru yang meninggal dunia saat susur sungai di Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.

Polisi pun telah meminta keterangan dari beberapa orang saksi di lokasi. Hasilnya, diduga siswa terpeleset saat menyeberang Sungai kemudian terdorong arus dalam sungai sampai tenggelam.

Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi pun menyampaikan kronologi dari hasil olah tempat kejadian di Sungai Cileueur. Menurutnya ada 150 siswa dan beberapa pembina yang melaksanakan kegiatan menyusuri sungai.

"Kegiatan Pramuka untuk menyusuri sungai, namun kegiatan Pramuka dari Mts bukan dari Kwartir. Di mana ini (kegiatan) untuk bersihkan sampah di sekitar sungai. Ada susur sungai menyebrang dari Barat ke Timur. Mereka menyebrang bersama," ujar Kapolres di Mapolres Ciamis, Sabtu (16/10/2021).

Menurutnya, di lokasi sungai yang akan disebrangi memiliki kedalaman 70 sentimeter, di dasarnya ada bebatuan. Kondisi air arusnya tenang dan tidak terlalu kuat sebab tidak ada hujan. Namun pada sisi muara sebelah selatan memiliki kedalaman 2 meter saat dicek oleh Tim Inafis hari ini.

"Anak-anak menyebrang dari Barat ke Timur setelah mengambil sampah. Mungkin ada beberapa terpeleset dan saling menarik. Tapi kami selidiki secara pasti," katanya.

13 orang terpeleset dan hanyut ke sebelah selatan sungai lalu terjebak di muara dengan kedalaman 2 meter. Namun polisi tidak bisa memastikan ketinggian air pada saat kejadian.

"Memang di sana mengumpul semua jenazah 11 meninggal. 2 orang selamat yakni 1 siswa dan 1 pembina," ucapnya.

Ketika kejadian, siswa yang selamat memberitahu ke pihak desa lalu ke Polres sampai berkoordinasi dengan BPBD, TNI dan Tagana untuk evakuasi.

"Jadi di awal kami kira itu kelompok pertama. Ternyata semua bersama, hanya dari 150 orang. 13 itu terbawa arus ke selatan. Kedalamannya lebih dalam dari posisi menyebrang," ungkapnya.

Apakah ada alat pengaman yang disediakan atau dipakai siswa saat menyebrang sungai? Ini kata polisi