Kisah Guru Perempuan di Sukabumi Diteror Pinjol dengan Foto Bugil Editan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 09:32 WIB
pinjol ilegal
Foto: Amir Baihaqi
Sukabumi -

Pinjaman online ilegal jadi sorotan dan mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan soal pinjaman online (pinjol). Jokowi ingin pinjol-pinjol ilegal ditindak karena telah meresahkan masyarakat.

Di Sukabumi, seorang guru perempuan melapor ke polisi gegara diteror oleh pinjol ilegal dan diancam akan disebar foto bugil yang belakangan diketahui bahwa foto itu hanya editan untuk menakut-nakuti korban.

Detikcom mencoba menghubungi guru perempuan inisial RN (43) tersebut untuk mengetahui perkembangan kasus yang dilaporkan ke Polsek Nagrak, Resor Sukabumi pada 12 Mei 2021 tersebut. Sayangnya RN tak merespons upaya konfirmasi melalui sambungan telepon.

Kisah itu pernah dituangkan RN dalam sebuah surat yang ia layangkan sebagai bentuk laporan pengaduan kepada Polsek Nagrak, Resor Sukabumi. detikcom sudah meminta izin mengutip isi surat tersebut kepada Yana, kakak kandung RN.

"Tanggal 12 Mei pukul 14.00 WIB, saya sedang di rumah tiba-tiba menerima pesan lewat aplikasi WhatsApp. Pesan itu berisikan foto-foto gambar diri saya berikut KTP saya, pelaku juga meminta uang dengan alasan bahwa saya memiliki utang pinjaman online dari aplikasi sebesar Rp 2 juta," ungkap RN, dikutip detikcom dari surat pengaduan yang ia buat, Kamis (20/5) silam.

Saat itu, RN memilih mengabaikan pesan tersebut. Namun, setelah itu, ia kembali menerima pesan gambar berisi foto telanjang seorang perempuan tanpa wajah yang disertai foto KTP miliknya.

"Pelaku mengirimkan foto-foto gambar diri saya dengan KTP saya, berikut foto telanjang badan seorang perempuan tanpa muka (wajah) yang sudah diedit. Mengancam saya apabila pada hari ini belum juga mentransfer uang, foto-foto yang terdapat gambar foto telanjang tersebut akar disebarluaskan," kata RN.

Dalam surat tersebut RN menyertakan sebuah nomor virtual akun salah satu bank milik pemerintah. Dia diminta mengirimkan uang yang disebut sebagai utang piutang kepada aplikasi pinjol tersebut.

"Sehubungan dengan uraian kronologis singkat tersebut di atas, saya merasa ketakutan karena bisa merusak kehormatan saya dan keluarga besar saya. Selain itu, juga saya sebelumnya memang tidak pernah merasa meminjam kepinjaman online yang dimaksud tersebut. Karena itu, saya selaku korban memohon kepada pihak kepolisian Nagrak untuk dapat melakukan proses penyelidikan lebih lanjut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," kata RN dalam surat yang ia tandatangani di atas meterai.

Dihubungi melalui telepon, Yana, kakak kandung RN, membenarkan soal kejadian yang menimpa adiknya. Hal itu juga menurut Yana sudah dilaporkan ke aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti.

"Kemarin sudah ada beberapa media juga yang menghubungi, (intinya) adik saya sudah mengadu ada pengancaman. KTP adik saya ditampilkan disertai ada editan foto bugil. Mereka mengancam kalau tidak dibayar, sebanyak-banyaknya akan dikirim ke kontak terdekat," kata Yana.

Menurut Yana, saat ini ancaman itu sudah mereda. Namun ternyata ada ancaman yang masuk nomor ponsel Yana.

"Masih ada ke nomor saya yang mengancam, mungkin karena adik saya ganti nomor kemudian ke saya minta tolong disampaikan dengan ancaman juga. Kalau tidak disampaikan katanya anda yang bertanggung jawab, setelah itu saya sampaikan ke mereka sudah laporan ke polisi dan mereka diam," kata Yana.

Kapolsek Nagrak Iptu Teddy Armayadi (kapolsek saat itu) membenarkan soal adanya pengaduan oleh seorang guru yang mengadukan adanya pengancaman dari salah satu aplikasi pinjol. "Kami menerima laporan dari korban, Bersangkutan mendapatkan pesan WhatsApp dari orang yang tidak dikenal yang mengatakan bahwa korban meminjam sebanyak Rp 2 juta," kata Teddy.

Ancaman kemudian diterima korban. Peneror yang mengaku dari perusahaan pinjol itu mengirimkan foto-foto bugil.

"Kemudian pelaku mengirimkan ancaman berupa foto bugil hasil editan dan di atasnya terdapat KTP dan foto korban. Perlu dijelaskan bahwa korban mengakui tidak pernah meminjam kepada pinjaman online manapun. Saat ini unit Reskrim Polsek Nagrak sudah melakukan penyelidikan dan ini akan di proses lebih lanjut," tutur Teddy.

Detikcom sempat menanyakan soal perkembangan pelaporan tersebut ke Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila, ia mengaku akan mengecek kembali pelaporan tersebut.

"Nanti kita cek lagi," singkat Rizka, Jumat (15/10) kemarin.

Simak video 'Pinjol Ilegal di Tangerang Terancam UU Pornografi Hingga ITE':

[Gambas:Video 20detik]



(sya/ern)