Keren! Mahasiswa di Majalengka Bikin Alat Pemantau Infus Pasien

Bima Bagaskara - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 15:35 WIB
Mahasiswa Majalengka membuat inovasi alat pemantau infus
Mahasiswa Majalengka membuat inovasi alat pemantau infus (Foto: Bima Bagaskara)
Majalengka -

Pandemi COVID-19 tidak membuat kreativitas mahasiswa dari Universitas Majalengka (Unma) menurun. Itu terbukti dari terciptanya sebuah alat kesehatan modern yang diberi nama Simoisen (Sistem Informasi Monitoring Infus Pasien).

Adalah M Iqbal Assegaf (22), Rifa Nurfalah (20) dan Aditya Nursaidillah (20). Tiga mahasiswa Prodi Teknik Informatika Unma ini berhasil membuat alat yang digunakan untuk memonitor infus pasien secara real time.

Dengan menggunakan teknologi internet of things (IoT), alat buatan tiga mahasiswa Unma ini akan membantu tugas perawat di rumah sakit dalam memonitor sisa cairan infus pasien yang tengah dirawat.

"Jadi alat ini fungsinya untuk mengetahui berapa sih sisa cairan infus di pasien itu. Nanti bisa di cek lewat website Simoisen, disitu akan kelihatan pasien A cairan infusnya sisa berapa cc lagi, pasien B berapa, gitu kang," kata Rifa saat berbincang dengan detikcom, Selasa (28/9/2021).

Lewat alat ini, cairan infus pasien bisa dipantau lewat websiteLewat alat ini, cairan infus pasien bisa dipantau lewat website Foto: Bima Bagaskara

Rifa menerangkan hadirnya alat Simoisen ini berawal dari tugas kuliah yang mereka dapat saat itu. Mereka kemudian melakukan riset dan mengajukan beberapa judul tugas. Sayangnya beberapa judul yang diajukan saat itu ditolak.

Barulah setelah melihat informasi di media mengenai kondisi pasien di rumah sakit yang membeludak, tercetus ide membuat alat untuk memonitor cairan infus pasien.

"Kami awalnya dari tugas, kita kebagian tim robotik terus lihat berita banyak pasien yang dirawat di rumah sakit itu membeludak. Nah dari situ kita berinisiatif gimana kalau kita bikin Simoisen," ucap Rifa.

Menurut Rifa, untuk membuat alat Simoisen ini diperlukan waktu hampir tiga bulan. Selain bersama dengan Iqbal dan Aditya, proses pembuatan alat ini juga dilakukan oleh tim support dari jajaran dosen pembimbing Prodi Teknik Informatika Unma.

"Kalau dihitung dari awal buat hampir 3 bulan, itu dari riset, pengumpulan hardware, pengujian dan alhamdulilah sekarang sudah dimanfaatkan disini (RSUD Majalengka). Yang terlibat selain kita bertiga ada tim support yang selalu memberi masukan, jadi gak cuma bertiga," ungkap Rifa.

Kehadiran alat Simoisen ini juga telah menarik perhatian dari pihak ketiga. Alat buatan Rifa, Iqbal dan Aditya ini telah lolos seleksi lomba dari perusahaan asuransi dan mendapat bantuan dana hibah.

"Alhamdulillah kita masuk nominasi 12 besar dan dapat dana hibah untuk menjalankan program Simoisen ini dari asuransi Astra. Sekarang kami sedang implementasikan alat ini di RSUD Majalengka," terang Iqbal.

"Awalnya mah hanya prototype. Lalu, kami menang, dapat support pembiayaan, akhirnya dirakit lah dengan modal dari perusahaan itu. Hingga akhirnya jadi karya dan siap digunakan," timpal Aditya.

Saat ini tiga buah alat Simoisen telah terpasang di ruang perawatan RSUD Majalengka. Perawat disana kini tidak perlu lagi bolak-balik memeriksa cairan infus pasien. Mereka hanya perlu memantau website Simoisen dan akan mendapat notifikasi jika cairan infus pasien akan habis.

"Alhamdulillah sekarang sudah digunakan di RSUD Majalengka. Mereka bertiga (Rifa, Iqbal dan Aditya) juga sedang berkantor disana untuk memantau proses implementasi alat Simoisen ini," singkat Wakil Dekan I Unma Doni Susandi.

(mud/mud)