5 Kisah Horor Warga Tersesat di Hutan Jawa Barat

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 19:10 WIB
Ilustrasi Orang Hilang
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Bandung -

Cerita M Gibran (14), bocah pendaki yang tersesat di hutan Gunung Guntur Garut selama lima hari membetot perhatian. Setelah berhasil dievakuasi oleh petugas, Gibran bercerita mengenai kisah yang agak berbau mistis.

Kejadian berbau mistis serupa yang mengundang rasa penasaran, rupanya pernah terjadi beberapa kali di Jawa Barat. Mulai dari cerita Ipah yang ditemani 'sosok perempuan berbaju merah' hingga rentetan kejadian horror seorang guru bahasa Inggris di Gunung Gede Pangrango.

Berikut kumpulan kisah yang dirangkum detikcom:

Nenek Tersesat Ditemani 'Gadis Baju Merah' di Hutan

Ipah ditemukan oleh warga di area hutan Cianjur setelah sempat hilang selama lima hari. Nenek berusia 66 tahun itu selamat, meski kakinya memar dan bengkak. Titik hilang dan lokasi ditemukannya Ipah itu berjarak 17 kilometer.

Ada pengakuan tak biasa disampaikan nenek renta tersebut selama bertahan hidup di hutan. Orang-orang terkejut mendengar cerita beraroma mistis ini.

Kejadian bermula saat Ipah, pada Selasa (14/1/2020), pergi ke hutan di Kampung Pisitan, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, untuk memperbaiki selang air yang diduga tersumbat. Setelah itu, warga Desa Campakamulya tersebut tak kunjung pulang ke rumahnya dan dipastikan hilang.

Pada Minggu (19/1), Ipah kembali berjumpa keluarga. Pemburu burung menemukannya di kawasan hutan Cijampang, Kecamatan Pagelaran. Ipah berkisah kepada keluarga dan kepala desa saat lima hari di hutan. Nenek ini mengaku ditemani 'gadis baju merah'.

"Pengakuannya begitu, ada perempuan berbaju merah yang sudah agak dewasa menuntunnya untuk terus berjalan. Katanya mau dibawa ke kota, tapi ternyata malah masuk semakin ke dalam di kawasan hutan itu," ucap Pjs Kepala Desa Campakamulya Asep Suherman yang menceritakan penuturan nenek Ipah saat dihubungi detikcom via sambungan telepon, Senin (20/1/2020).

Ipah mengaku hanya beristirahat duduk di jalan setapak area hutan. Selama berada di hutan, Ipah menyebut 'gadis baju merah' itu tak memberinya makan dan minum.

Ipah terpaksa memakan dedaunan yang ditemuinya selama perjalanan tersebut untuk bertahan hidup. "Katanya begitu, nemu pucuk tanaman atau dedaunan. Seperti pohpohan," tutur Asep.

Pada hari keenam, Ipah mengaku tiba-tiba terjatuh dan setelah itu tubuhnya tergeletak di hutan Cijampang. Lokasi ini berjarak 17 kilometer dari titik awal hilangnya Ipah.

Pemburu burung yang melintasi kawasan itu menemukan Ipah seorang diri. "Kami pun langsung menjemput begitu dapat informasi nenek Ipah ditemukan di Pagelaran," kata Asep.