Unak Anik Jabar

Kisah Mistis Perempuan Cantik Baju Merah Pengganggu Pendaki Gunung Guntur

Hakim Ghani - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 07:39 WIB
Gunung Guntur Garut
Foto: Gunung Guntur Garut (Hakim Ghani/detikcom).
Garut -

Gunung Guntur jadi primadona para pendaki lantaran dianggap memiliki track yang mendukung khususnya bagi pemula. Di balik keindahannya, gunung ini ternyata menyimpan beragam misteri dan kisah mistis.

Gunung yang memiliki ketinggian 2.249 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut berada di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Gunung Guntur merupakan gunung berapi aktif yang memiliki pemandangan indah lantaran dihiasi padang rumput dan bebatuan yang sangat menonjol.

Gunung ini diketahui menjadi primadona bagi para pecinta ketinggian. Sebab, selain indahnya pemandangan di puncak, track Gunung Guntur juga dianggap ramah bagi pemula.

Namun siapa sangka di balik keindahannya, gunung ini menyimpan beragam misteri dan kisah mistis yang melegenda di masyarakat.

Salah satu buktinya adalah hilangnya seorang pendaki bernama Afrizal (16) pada Juli 2020 lalu. Afrizal saat itu muncak dengan beberapa orang temannya dan bermalam di kawasan pos 3.

Namun pagi keesokan harinya Afrizal menghilang dari tenda. Setelah dilakukan pencarian selama 3 hari saat itu, Afrizal akhirnya berhasil ditemukan.

Anehnya, dia ditemukan telanjang bulat di sebuah batu besar dekat mata air Citiis yang berada cukup jauh dari pos 3 Gunung Guntur. Afrizal ditemukan dalam kondisi linglung.

Terbaru, seorang pendaki bernama M Gibran (14) juga hilang misterius saat muncak di Gunung Guntur. Dia hilang saat memutuskan bertahan sendiri di tenda saat teman-temannya melanjutkan pendakian ke puncak.

Gibran hilang sejak Minggu (19/9) lalu,dan hingga kini masih belum diketahui keberadaannya. Warga setempat meyakini ada hal mistis yang menyertai hilangnya Gibran.

"Sigana mah disumputkeun deui (kayaknya diumpetin lagi)," ucap Hamid (69) seorang penduduk lokal.

Hamid mengatakan, banyak pendaki yang mengeluh pada warga diganggu makhluk halus saat mendaki Gunung Guntur. Ada beberapa kriteria pendaki yang kerap diganggu, kata Hamid.

"Yang enggak sopan, pertama. Kedua yang pacaran biasanya diganggu," ujar Hamid.

Sepengetahuan Hamid sendiri, selama ini, ada beberapa penampakan yang kerap dilihat warga maupun para pendaki. Misalnya perempuan cantik berbaju merah.

"Penampakan banyak. Perempuan pakai baju merah, cantik. Terus ada nenek-nenek bawa gendongan," ungkap Hamid.

Hamid mengatakan para pendaki diminta untuk menjaga etika saat mendaki Gunung Guntur. Dia berharap para pendaki juga tak sompral selama pendakian.

"Harus betul-betul menjaga etika, harus sopan. Jangan misalkan ada pohon ujuk-ujuk dijepret pakai kayu misalkan," katanya.

Terlepas dari apa pun yang terjadi, kisah tersebut sepatutnya membuat para pendaki lebih waspada, menjaga sikap dan bergantung pada Tuhan yang Maha Esa saat melalukan pendakian.

(mso/mso)