Pencarian Korban Terbakarnya KM Henteri Dihentikan, Ini Respons Keluarga

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 17:14 WIB
Ilustrasi kapal tenggelam atau kecelakaan kapal(Dok detikcom)
Foto: Ilustrasi kecelakaan kapal (Dok detikcom)
Sukabumi -

Basarnas resmi menghentikan pencarian Anak Buah Kapal (ABK) korban terbakarnya KM Hentri GT 195. Tidak ada tanda-tanda dari 25 ABK yang hilang di perairan Maluku Tenggara pada Jumat (3/9) lalu itu.

Humas Kantor Basarnas Ambon Rizky Budianto mengungkapkan upaya pencarian korban telah dilakukan. Namun hingga saat ini korban hilang sebanyak 25 orang belum ditemukan.

"Ops SAR yang dilaksanakan Basarnas Ambon dan Unsur Potensi SAR selama 7 hari belum membuahkan hasil. Setelah melakukan evaluasi Basarnas Ambon memperpanjang Ops SAR Pencarian 25 Korban KM Hentri dengan penambahan 3 hari terhitung tanggal 15-17 September 2021. Namun penambahan Ops SAR 3 hari Basarnas Ambon dan Unsur Potensi SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban," ucap Rizky dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (22/9/2021).

Menurut Rizky waktu pencarian bahkan sempat ditambah selama 3 hari. Namun upaya tersebut juga tidak membuahkan hasil. Nasib puluhan korban belum diketahui.

"Basarnas Ambon kembali menambahkan 3 hari upaya Koordinasi dengan masyarakat dan instansi terkait di Maluku Tenggara dan Kepulauan Tanimbar terhitung tanggal 18-20 September 2021. Namun hingga saat ini 25 orang korban tidak ada informasi dari Masyarakat atau instansi terkait bahwa 25 orang korban tersebut belum diketahui keberadaan-nya. Ke depan bila ada informasi atau tanda-tanda keberadaan korban maka Ops SAR akan buka kembali," ujarnya.

Keluarga Tetap Optimistis

Dari puluhan korban yang dinyatakan hilang, belasan di antaranya diketahui berasal dari Kabupaten Sukabumi dan Cianjur. Mendapat kabar pencarian dihentikan, keluarga korban mengaku optimistis para korban akan ditemukan.

"Saya dan keluarga yang lainnya tidak pesimis, tapi tetap optimis intinya saya berharap semua ABK yang belum ditemukan bisa ditemukan," ujar Asep Suprianto (50), ayah dari Ardian Rahman (Selamat), Angga Pramudya (Selamat) dan Adam Fauzan (Hilang), melalui sambungan telepon.

Soal dihentikannya pencarian, Asep dikabari oleh pihak perusahaan. Dia menyebut asuransi juga akan diberikan perusahaan kepada korban yang hilang dan selamat.

"Infonya dari pihak perusahaan akan mengeluarkan asuransi, sekarang keluarga korban sedang mempersiapkan persyaratannya untuk diberikan kepada pihak asuransi. Di sisi lain juga pihak perusahaan akan memberikan tunjangan lainnya," kata Asep.

Asep juga mendapatkan informasi untuk korban yang selamat akan segera dibantu kepulangannya. Korban selamat akan terbang dari Ambon menuju Jakarta dan kembali ke kampung halaman.

"Untuk kedua anak saya yang selamat dan temanya itu, rencananya besok pulang ke Jakarta, tadi saya telpon baru beres mengurus surat izin dari Polres, surat vaksin serta swab dari rumah sakit, besok pulang naik pesawat udara," ujarnya.

(sya/mso)