Catatan Kelam Pelajar Sukabumi: Terluka dan Tewas Gegara Tawuran

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 10:29 WIB
Sukabumi -

Tawuran pelajar di Sukabumi kerap terjadi. Pelaku tawuran membawa aneka senjata yang berujung korban berjatuhan bersimbah darah. Ada yang tewas, ada terluka karena bacokan senjata tajam.

Catatan detikcom, sejak awal Januari hingga September 2021, tercatat dua pelajar tewas dan lainnya luka-luka. Tidak hanya itu, belasan pelajar menyandang status tersangka gegara tawuran maut. Mereka terpaksa harus menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan.

Berikut catatan aksi kelam tawuran pelajar di Kabupaten Sukabumi.

10 April 2021

AF, remaja berusia 17 tahun, ditemukan tewas bersimbah darah akibat luka bacokan di sebuah gang, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Warga sempat mendengar keributan sebelum melihat siswa SMK itu terkapar dengan kondisi mengenaskan, Sabtu (10/4), pukul 2.00 WIB.

"Warga itu ribut-ribut melihat ada mayat, katanya korban tawuran. Warga ramai mendatangi lokasi gang," kata Far, warga di sekitar lokasi kejadian.

Polisi menangkap tiga pelaku pembacokan di Sukabumi yang menewaskan seorang pelajar SMK, inisial AF (17). Korban mengalami luka bacok senjata tajam pada Sabtu (10/4).

Tiga tersangka yaitu S alias Adhis (16), F alias Kiko (16), dan I alias Kambing (17). Satu tersangka lagi masih diburu polisi. Para remaja tersebut menempuh pendidikan di SMK Pertanian Cibadak.

7 Juni 2021

Diduga akan melakukan tawuran di Lapang Merdeka, belasan pelajar dari dua SMK yang berbeda diamankan anggota Satuan Sabhara Polres Sukabumi Kota. Selain itu polisi juga menemukan sebilah celurit dan cincin tengkorak dari tangan pelajar tersebut.

"Ada 11 orang yang diamankan, mereka berasal dari dua SMK yang berbeda. Sebenarnya langkah antisipasi terjadinya tawuran, karena kami mendapat laporan dari masyarakat," kata Humas Polres Sukabumi Kota Aipda Solehudin, Senin (7/6).

Beruntung meskipun para pelajar itu kedapatan membawa senjata tajam, kasus tersebut tidak bergulir ke meja hijau.
Para pelajar tersebut hanya diperiksa anggota Sat Binmas untuk diserahkan kembali kepada orang tuanya. Sementara untuk pelajar yang membawa celurit diserahkan ke Satreskrim untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Yang membawa senjata tajam kita serahkan ke Satreskrim untuk pemeriksaan lebih lanjut, sementara pelajar lainnya saat ini di Sat Binmas menunggu kedatangan orang tuanya," ujar Kasat Sabhara Iptu Agus kala itu.

Simak juga 'Polisi Pajang 8 Tersangka Tawuran Berdarah di Sukabumi':

[Gambas:Video 20detik]



5 Agustus 2021

Seorang pelajar SMK di Kabupaten Sukabumi tewas setelah terlibat tawuran di Gang Sawo, Jalan Sukabumi-Bogor, Kamis (5/8) malam, sekitar pukul 21.00 WIB.

Sejumlah warga sempat melihat kejadian tersebut. Menurut mereka situasi saat kejadian mencekam karena banyaknya pelajar yang terlibat dalam tawuran tersebut.

Kapolres Sukabumi AKBP Dedi Darmawansyah, memamerkan 8 tersangka tawuran berdarah yang terjadi pada Kamis (5/8) lalu. Jumlah pelaku bertambah seiring dengan ditangkapnya 2 pelaku baru yang menjadi dalang di balik tewasnya seorang siswa SMK.

Polisi bergerak, ada 8 tersangka tawuran berdarah yang kemudian diamankan. Kapolres Sukabumi AKBP Dedi Darmawansyah sempat memamerkan 8 tersangka tawuran berdarah yang terjadi pada Kamis (5/8) itu kepada awak media. Polisi menjelaskan jumlah pelaku bertambah seiring dengan ditangkapnya dua pelaku baru yang menjadi dalang di balik tewasnya siswa SMK.

18 September 2021

Pelajar di Sukabumi kembali bentrok di wilayah Bojonggaling, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dua pelajar terluka karena sabetan senjata tajam.

Luka paling parah dialami pelajar kelas 12, SMK Tunas Bangsa Bantargadung. Ia mengalami luka akibat senjata tajam nyaris di sekujur tubuhnya. Saat ini korban mendapat penanganan medis di IGD RSUD Palabuhanratu.

"Korban posisinya pulang sehabis masak saat itu tiba-tiba berpapasan dengan kelompok pelajar lain di jalan yang membawa senjata tajam, bentrok di Bojonggaling," kata Rus, paman korban kepada wartawan di RSUD Palabuhanratu, Sabtu (18/9).

Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila mengaku sudah mengetahui informasi tersebut. Pihaknya dikatakan Rizka tengah menyelidikinya.

Menurut Rizka saat ini pihaknya masih melakukan identifikasi terkait asal sekolah pelajar yang diduga melakukan penyerangan tersebut.

(sya/bbn)