Round-Up

Misteri Hilangnya Bocah Pendaki di Gunung Guntur Garut

Hakim Ghani - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 07:35 WIB
Garut -

M. Gibran (14) seorang pendaki asal Garut hilang misterius di Gunung Guntur Minggu (19/9). Hingga kini, Gibran belum ditemukan.

Gibran mendaki Gunung Guntur bersama 13 orang temannya pada Sabtu (18/9). Kapolsek Tarogong Kaler Iptu Masrokhan mengatakan Gibran dan teman-temannya mendaki sore hari.

"Rombongan tiba di pos 3 sekira pukul 17.00 WIB dan bermalam di sana," ujar Masrokhan.

Keesokan harinya, tepatnya jam 4 pagi, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Guntur. Namun, diketahui Gibran tak ikut dengan rombongan dan memilih bertahan di tenda.

Masrokhan menjelaskan sekitar pukul 08.00 WIB saat itu, 13 orang teman Gibran kemudian kembali turun dari puncak gunung ke pos 3.

"Mereka menemukan Gibran sudah tidak ada di dalam tenda, tapi barang-barangnya masih ada," ucap Masrokhan.

Rombongan kemudian berupaya melakukan pencarian sejak Minggu pagi hingga sore. Lantaran pencarian tidak membuahkan hasil, sebagian dari mereka kemudian memutuskan untuk turun gunung dan melaporkan hilangnya Gibran ke petugas.

Petugas gabungan yang mengetahui hal tersebut kemudian melakukan pencarian. Petugas gabungan terdiri dari TNI-Polri, BPBD serta relawan dibagi beberapa tim dan menyisir lokasi hilangnya Gibran.

Senin (20/9) kemarin, satu tim Basarnas dari Kantor SAR Bandung dikerahkan ke lokasi. Selain itu, unit rescue dari Polres Garut juga dikerahkan melakukan pencarian.

Sayangnya, Gibran belum berhasil ditemukan. Menurut Koordinator Tim SAR dari Kantor SAR Bandung Rafik, pencarian Gibran pada Senin kemarin terkendala cuaca buruk.

"Di sini turun kabut dan hujan sejak pagi. Jadi kondisi tidak memungkinkan untuk dilakukan pencarian," katanya.

Sementara ayah Gibran, Alam Surahman (45) mengatakan Gibran terakhir kali menghubungi keluarga Sabtu petang.

"Terakhir kontak Sabtu maghrib. Video call," kata Alam.

Alam mengatakan, saat itu dia merasa ada yang aneh dengan putra ke limanya itu. Alam merasa Gibran tidak seperti biasanya.

"Cuman di sana sudah tampak keanehan menurut saya. Seperti bukan anak saya, dari roman-roman wajah beliau itu. Kok adem banget romannya. Adem, dingin," ungkap Alam.

Alam mengatakan, saat terakhir kontak tersebut, Gibran terlihat pucat dan dingin. Dia mengaku sempat memberi semangat pada anak bungsunya itu.

"Setelah itu dimatikan teleponnya," ujar Alam.

Rencananya pencarian Gibran sendiri akan kembali dilakukan oleh petugas gabungan Selasa (21/9/2021) pagi ini pukul 08.00 WIB.

(mso/mso)