Cerita Warga Bandung Bawa Sertifikat Vaksin Demi Masuk Mal

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 14:56 WIB
Warga Bandung membawa sertifikat vaksin agar bisa masuk ke dalam mal.
Foto: Tak bisa gunakan aplikasi PeduliLindungi, warga Bandung bawa sertifikat vaksin agar bisa masuk ke dalam mal (Yudha Maulana/detikcom).
Bandung -

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi menjadi salah satu syarat bagi masyarakat untuk bisa masuk ke dalam area publik, di samping telah menerima vaksinasi COVID-19. Kendati begitu di lapangan faktanya masih ada sejumlah warga yang kesulitan dengan regulasi tersebut.

Salah satunya dialami oleh Siska (45), warga Kota Bandung. Dia tak bisa masuk ke dalam pusat perbelanjaan di daerah Dalem Kaum. Pasalnya, dia belum mengunduh aplikasi PeduliLindungi meskipun telah menerima vaksin.

"Handphone saya tidak bisa mengunduh aplikasinya, maklum hape jadul, walau sudah saya perlihatkan kartu (sertifikat) vaksinasi dan disamakan dengan KTP, tetap tak bisa masuk harus sesuai dengan aplikasi," ujar Siska saat ditemui, Senin (20/9/2021).

"Ya kecewa saja, padahal ke sini sudah divaksin tapi tetap tidak bisa masuk. Kita kan belanja untuk menguntungkan mereka tapi mau masuk saja sulit," ujar Siska melanjutkan.

Ia berharap pemerintah bisa mempermudah akses masuk ke dalam pusat perbelanjaan, pasalnya tidak semua orang memiliki ponsel yang memadai untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi. "Ada orang yang tidak punya handphone juga ya padahal sudah divaksinasi," tutur Siska.

Hal senada juga dikatakan, Erna (29). Ia dan ibunya pun tak bisa masuk ke dalam pusat perbelanjaan. "Padahal kami sudah bawa surat bukti telah divaksin tapi tetap tidak bisa masuk. Kalau menurut saya ini terlalu berat ya, tidak semua orang juga punya ponsel juga ya," katanya.

"Atau kalau punya ponsel juga, tidak semua juga bisa download atau menggunakan aplikasi PeduliLindungi," tutur Erna.

Meski begitu, ia mengaku ada sejumlah mal yang memperbolehkan pengunjung masuk tanpa harus menggunakan aplikasi. "Ada ya di (menyebutkan nama malnya), asal tunjukkan nama sertifikat dan KTP masih bisa masuk," ujar Erna.

Lain halnya dengan Erna dan Siska, Wahyuni (26) mengaku lebih aman saat masuk ke dalam pusat perbelanjaan dengan aplikasi PeduliLindungi. "Kita jadi tahu ada berapa orang yang di dalam, dan di dalam juga jumlah orangnya dibatasi. Saya pribadi tidak ada kendala saat memakai aplikasinya, tapi ya memang mungkin untuk yang sudah usia lanjut ada kendala juga," ujar Wahyuni.

"Saya mendukung, karena kita tahu juga batasan pengunjungnya berapa. Jadi enggak perlu takut lagi enggak sekarang. Semoga ya dengan penerapan seperti ini bisa segera normal lagi jadi enggak perlu begini lagi," pungkas Wahyuni.

Simak juga 'Seperti PeduliLindungi, Ini 5 Aplikasi Tracing Covid-19 di Negara Lain':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mso)