8 Pemandu Lagu-PSK Terjaring Razia di Tempat Karaoke Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 10:37 WIB
Satpol PP melakukan pemeriksaan terhadap 8 pemandu Lagu-PSK yang terjaring razia
Satpol PP melakukan pemeriksaan terhadap 8 pemandu Lagu-PSK yang terjaring razia (Foto: Ismet Selamet)
Cianjur -

Sebanyak delapan pemandu lagu dan Pekerja Seks Komersial (PSK) terjaring razia Satpol PP Kabupaten Cianjur, Sabtu (18/9) malam. Para perempuan tersebut rencananya dikirim ke panti rehabilitasi, sedangkan tempat hiburan malam akan dikenakan sanksi.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kabupaten Cianjur Severianus Triono Retno Juniswara, mengatakan delapan orang perempuan tersebut diamankan dari tempat hiburan dan warung remang-remang di sejumlah kecamatan di Cianjur.

"Para perempuan yang merupakan pemandu lagu dan PSK itu diamankan di beberapa tempat karaoke dan lokasi yang diduga dijadikan tempat maksiat. Di antaranya di Kecamatan Cianjur, Karangtengah, Sukaluyu dan Mande," kata dia, Minggu (19/9/2021).

Menurutnya perempuan yang diamankan dalam razia penyakit masyarakat yang dilakukan Sabtu (18/9) malam hingga Minggu (19/9) dini hari tersebut langsung diamankan ke Kantor Satpol PP.

Triono mengatakan delapan perempuan tersebut rencananya akan dikirimkan ke panti rehabilitasi di Sukabumi. Hal itu dilakukan untuk membina mereka agar produktif dan tak kembali terjerumus di profesi tersebut.

"Kita juga panggil keluarganya, sebelum dikirimkan ke panti rehabilitasi. Kita berikan pembinaan agar mereka meninggalkan profesinya saat ini," ucap dia

Sementara itu, Bupati Cianjur Herman Suherman, mengaku sudah memerintahkan Satpol PP agar juga menindak tempat hiburan yang nekat buka di tengah PPKM ini.

"Tempat hiburan malam atau karaoke belum diizinkan buka. Makanya dengan ada razia tersebut, dengan diketahui masih ada yang nekat buka, saya sudah perintahkan untuk tindak tegas, tidak hanya sanksi tertulis," tegasnya.

Sementara itu, SN (21) salah seorang perempuan yang terjaring menuturkan, dirinya terpaksa melakukan pekerjaan sebagai pemandu lagu hingga melayani tamu untuk berhubungan badan karena keadaan kebutuhan.

"Iya kadang suka ngelayanin tamu tidur. Tarifnya tergantung dari Kesepakatannya, mulai Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu sekali tidur. Ya karena kebutuhan ekonomi jadi mau," pungkasnya.

(mud/mud)