Lagi, Pelajar Sukabumi Bentrok Dua Orang Terluka

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 21:22 WIB
Tawuran, pelajar di sukabumi luka dibacok (18/9/2021)
Foto: Istimewa
Sukabumi -

Pelajar di Sukabumi kembali bentrok di wilayah Bojonggaling, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Informasi diperoleh detikcom, dua pelajar terluka karena sabetan senjata tajam.

Luka paling parah dialami pelajar kelas 12, SMK Tunas Bangsa Bantargadung. Ia mengalami luka akibat senjata tajam nyaris disekujur tubuhnya. Saat ini korban mendapat penanganan medis di IGD RSUD Palabuhanratu.

"Korban posisinya pulang sehabis masak saat itu tiba-tiba berpapasan dengan kelompok pelajar lain di jalan yang membawa senjata tajam, bentrok di Bojonggaling," kata Rus, paman korban kepada wartawan di RSUD Palabuhanratu, Sabtu (18/9/2021).

Rus menyebut waktu kejadian sekitar pukul 13.00 WIB, saat itu keponakannya dan dua orang temannya langsung melawan kelompok pelajar dari sekolah yang berbeda itu.

"Satu temannya terluka dan dirawat di Puskesmas Bantargadung sementara keponakan saya dirujuk ke RS Palabuhanratu karena lukanya di punggung, paha, sikut dan dijahit," ujar Rus.

Menurut Rus saat ini ia tengah menunggu kedatangan orang tua korban dan akan melaporkan peristiwa itu ke Polres Sukabumi. "Kami akan membuat laporan," imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila mengaku sudah mengetahui informasi tersebut. Pihaknya dikatakan Rizka tengah menyelidikinya.

"Kondisi korban sudah kita cek, untuk terduga pelaku dengan ciri-citi keterangan sedang kita lakukan penyisiran. Dari siang penyekatan dilakukan jajaran polsek," ujar Rizka.

Menurut Rizka saat ini pihaknya masih melakukan identifikasi terkait asal sekolah pelajar yang diduga melakukan penyerangan tersebut.

"Karena rombongan pelaku pakai jaket jadi identitas mereka belum kita ketahui dari sekolah mana," singkat Rizka.

Bentrokan antar pelajar di Sukabumi kerap terjadi. Sebelum ini, pada awal Agustus seorang pelajar tewas akibat bentrokan antar sekolah. Bentrokan yang menewaskan pelajar juga terjadi pada April lalu.

(sya/ern)