TNI-Polri Dorong Ratusan UMKM di Jabar Bertransformasi Digital

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 10:59 WIB
TNI-Polri mendorong UMKM di Jabar bertransformasi digital
TNI-Polri mendorong UMKM di Jabar bertransformasi digital (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

TNI-Polri ikut bergerak dalam mendongkrak perekonomian masyarakat usai dihantam pandemi COVID-19. Ratusan UMKM didorong masuk ke marketplace.

Dorongan UMKM di Jabar masuk marketplace tersebut dilakukan anggota TNI-Polri yang tergabung dalam Bharatasena Akabri 1996. Sejak beberapa pekan lalu, tim TNI-Polri mencari dan merekrut UMKM di Jabar.

"Selama ini UMKM sulit masuk ke marketplace, dalam waktu dua minggu kita merekrut UMKM untuk masuk ke marketplace," ucap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Arif Rachman kepada wartawan, Jumat (17/9/2021).

Ada beberapa kriteria UMKM yang bisa direkrut untuk masuk ke marketplace. Salah satunya terkait hasil produksinya yang menarik.

"UMKM-nya ada beberapa sektor seperti kuliner, pakaian, dan kita angkat sesuai dengan segmentasi yang ada di Jawa Barat, tentunya nanti kita angkat kearifan lokal, contoh di Soreang Borondong atau apalah bentuknya," kata dia.

Arif mengatakan ada tiga marketplace besar yang jadi sasaran untuk produk UMKM digital. Berdasarkan data, ada 350 UMKM yang disiapkan untuk didorong ke marketplace.

"Total ada 350 UMKM di Jawa Barat yang kita fasilitasi dengan aplikasi dan terintegrasi dengan e-commerce besar," katanya.

Arif menambahkan dorongan UMKM lokal masuk ke marketplace ini salah satunya bertujuan untuk meningkatkan perekonomian warga. Sebab, selama ini terlebih saat pandemi, kondisi UMKM dinilai masih melempem.

"Jadi, sebagai mana program pemerintah meningkatkan daya ekonomi masyarakat di tengah pandemi ini, dan ini bentuk kontribusi kami Akabri 96, jadi, ekonomi diangkat, kesejahteraan meningkat, otomatis negara akan lebih tumbuh dan lebih tangguh," katanya.

Selain merekrut UMKM masuk digital, alumni Akabri 96 ini juga ikut terlibat dalam proses vaksinasi. Sehingga, selain bantuan perekonomian, kesehatan warga juga diperhatikan.

Proses vaksinasi dilakukan di pabrik PT Feng Tay Indonesia. Total ada 10.000 karyawan pabrik termasuk warga sekitar yang disuntik vaksin.

(dir/mud)