Berapa Tarif Pasang Baliho Puan dan Airlangga di Bandung?

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 14:41 WIB
Baliho Puan dan Airlangga
Baliho Airlangga Hartarto dan Puan Maharani mejeng di Bandung. (Foto: dok.detikcom)
Bandung -

Baliho sejumlah elite partai, mulai dari Ketua DPR RI Puan Maharani hingga Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, mejeng di Kota Bandung. Berapa kocek yang harus dibayar untuk memasang baliho tersebut?

Sumber detikcom yang bekerja di bidang reklame dan periklanan selama puluhan tahun mengungkapkan, harga yang dikeluarkan untuk setiap baliho berbeda-beda. Perbedaan itu tergantung dari ukuran, durasi waktu dan lokasi baliho dipajang.

"Lokasi primer tentu harganya lebih tinggi karena di situ lebih banyak peminat, kalau lokasi yang biasa saja standar atau tempat yang terpencil itu murah," ujar sumber yang tak ingin namanya disebut tersebut, Jumat (6/8/2021).

Berdasarkan pantauan detikcom, baliho elite partai itu mejeng di sekitar kawasan Lingkar Selatan, Kota Bandung, atau tepatnya dari Jalan Laswi-Pelajar Pejuang-BKR-Peta. Sumber tersebut mengatakan harga untuk memasang baliho di sana berkisar Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per bulannya.

"Misal untuk billboard ukuran 4x8 meter, misal satu bulan ya itu kalau satu tahun antara Rp 180 juta hingga Rp 200 juta, itu lengkap dengan penerangan selama satu tahun. Izin dan pajaknya juga satu tahun. Kalau untuk satu bulan sekitar Rp 15-20 juta, tapi dalam kondisi seperti ini (pandemi) kalau ada yang menawar Rp 10 juta sebulan juga selama masih ada slot ya bisa juga," tuturnya.

"Kalau yang mahal itu yang di daerah utara, Dago-Sukajadi-Setiabudi. Kenapa ? proses pengurusan sulit, lama, persaingan banyak, peminatnya banyak itu yang membuat jadi mahal tapi kalau sepanjang Lingkar Selatan itu relatif sedang-sedang saja," kata sumber terpercaya tersebut.

Namun, ujar sumber tersebut, untuk kepentingan partai atau anggota dewan harga yang ditawarkan lebih lentur. Dalam artian, tergantung kedekatan antara pengusaha reklame dan periklanan dengan pemesan.

"Itu hal yang berbeda, itu hal yang berbeda. Kalau untuk kepentingan partai biasanya mungkin saja dari atasnya bujetnya ada dengan sistem perhitungan yang saya bilang tadi. Tapi ke biro-biro dengan jaringan itu orang-orang partai, jaringan orang-orang dewan dan lain sebagainya dia bisa meminjam kepada biro, ya dengan harga yang sangat ala kadarnya," ujar dia.

"Tidak terpaku, jadi begini-begini mungkin cuma dua juta-tiga juga sebulan, tapi dengan catatan nanti dipindahkan ke mana. Kalau klien yang dari kontrak bener-benar jelas lokasinya, kalau mereka terpasang ada, ternyata kalau disewa orang bisa dipasang ke tempat lain," tutur dia mengakhiri wawancara.

(yum/bbn)