BOR RS COVID-19 Menurun, Pemprov Banten Batal Siapkan Tempat Isolasi

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 10:39 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Serang -

Pemprov Banten membatalkan rencana menjadikan Rusun Margaluyu di Kasemen, Kota Serang, sebagai tempat isolasi terpusat karena bed occupancy rate (BOR) yang semakin menurun. Namun, jika kasus meningkat rencana itu dilakukan menunggu rekrutmen tenaga kesehatan.

"Nggak, kita lihat kondisinya. Pemprov lagi melakukan rekrut tenaga kesehatan, jika ini kasus tidak melandai kita akan membuka rumah isolasi. Mungkin di beberapa titik yang ada, rencananya pertama di Serpong di BLK (balai latihan kerja) milik pemprov," kata Jubir Satgas COVID-19 Banten Ati Pramudji Hastuti di Serang, Sabtu (31/7/2021).

Rusun Margaluyu itu memang dibuat untuk kerja sama antara Pemkot Serang dan Pemkab Serang. Rumah singgah untuk isolasi terpusat bisa di mana saja asalkan ada tenaga kesehatannya.

"Kalau nggak ada yang melayani siapa?" ujarnya.

Meskipun kasus aktif konfirmasi 22 ribu lebih, Ati menyebut bahwa kebanyakan itu adalah orang tanda gejala. Mereka pun banyak isolasi di rumah dan ada bantuan obat-obatan dari pemerintah pusat dan daerah.

Makanya, BOR pun menurun di Banten yang pada saat ini untuk ICU 84 persen dari total kapasitas 475 tempat tidur, isolasi rawat inap 63 persen dari total 4.301 tempat tidur dan 43 persen untuk rumah singgah dari yang tersedia 927 tempat tidur. "Mereka yang isolasi mandiri tetap dipantau puskesmas dan diberikan obat-obatan baik paket 1, 2 atau 3," ucap Ati.

Namun, dibandingkan sepuluh hari lalu, tingkat pasien meninggal saat isoman pun bertambah. Data terbaru ada 70 orang pasien yang tercatat meninggal saat isolasi di rumah.

"Sekitar 70-an selama PPKM yang isolasi mandiri di rumah," kata Ati.

(bri/bbn)