Ini Alasan Kafe-Restoran di Bandung Batal Kibarkan Bendera Putih

Wisma Putra - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 20:46 WIB
Asosiasi Kafe dan Restoran Bandung
Pihak Asosiasi Kafe dan Restoran (Akar) Bandung menjelaskan soal rencana kembali beroperasi dan penerapan prokes. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Asosiasi Kafe dan Restoran (Akar) Kota Bandung batal mengibarkan putih karena seluruh apresiasi pengusaha kuliner itu sudah disampaikan kepada Pemkot Bandung. Sebelumnya, mereka berencana mengibarkan bendera putih pada Kamis (29/7).

Ketua Umum Akar Jabar Arif M mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan Wakil Wali Kota Yana Mulyana dan Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya. Hasil pertemuan, diputuskan jika pihaknya membatalkan aksi pemasangan bendera putih tersebut karena seluruh aspirasi tersampaikan.

Namun, hasil penelusuran detikcom, ada salah satu restoran di kawasan Cikutra yang hari ini tetap mengibarkan bendera putih. Sekadar diketahui, pemasangan bendera putih ini merupakan bentuk protes pengusaha kuliner atas aturan PPKM Level 4 yang diterapkan hingga 2 Agustus.

Selain di kawasan Cikutra, pemasangan bendera putih ini juga dilakukan di salah satu obyek wisata di Pasirjambu, Kabupaten Bandung.

"Kota Bandung jadi barometer kabupaten kota lainnya, selain di Kota Bandung pemberitaan berdampak besar (diikuti wilayah lain)," kata Arif.

Menurut dia, makna bendera putih itu jangan dipolitisasi. "Makna dari bendera putih jangan dipolitisir, makna memiliki pertolongan, bukan ke arah perlawanan," ujar Arif menegaskan.

Dia menjelaskan fenomena mengibarkan bendera putih ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja. "Fenomena ini muncul di Malaysia, akhirnya banyak pedagang, pengusaha dan rumah-rumah kibarkan bendera putih," ucapnya.

"Di mana ada bendera putih, kita harus saling gotong royong," kata Arif menambahkan.

Selain itu, ia menjelaskan, bendera putih yang dimiliki pihak Akar memiliki tanda khas. "Bendera putih Akar memiliki ciri ada tulisan 'Akar; dan ada emoticon, di luar itu bukan kami," ujar Arif.