Legislator Minta Wacana Pemotongan Gaji ASN Majalengka Tanpa Paksaan

Bima Bagaskara - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 17:13 WIB
DPRD Majalengka minta pemotongan gaji ASN jangan ada pemaksaan
Ketua DPRD Kabupaten Majalengka Edy Annas (Foto: Bima Bagaskara)
Majalengka -

Gaji aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Majalengka direncanakan akan dipotong. Pemotongan gaji untuk bulan Agustus tersebut dilakukan untuk menanggulangi COVID-19.

Ketua DPRD Kabupaten Majalengka Edy Annas turut mengomentari rencana pemotongan gaji ASN itu. Menurutnya rencana tersebut sangat bagus apabila tidak ada keterpaksaan dari masing-masing ASN.

"Kalau secara sosial itu bagus tapi harus ikhlas dan tanpa paksaan," kata Edy saat diwawancarai detikcom di kantornya Jumat (30/7/2021).

Menurut Edy sebelum merealisasikan rencana itu Pemkab Majalengka harus lebih dulu menghitung dan mempertimbangkan masak-masak mengingat gaji ASN yang berbeda-beda.

"Namun harus diperhitungkan dipertimbangkan oleh Pemkab. Misal Sekwan ga masalah kalau dipotong Rp 100-200 ribu, tapi gimana kalau mereka yang tidak punya jabatan yang gajinya pas-pasan," ucapnya.

Ia pun mengusulkan pemotongan gaji tersebut tidak diberlakukan ke seluruh ASN di Majalengka. Mungkin kata Edy, ASN dengan golongan 4 B ke atas saja yang harus dipotong gajinya untuk dana penanganan COVID-19.

Selain itu harus juga perlu adanya kesepakatan dari para ASN mengingat selama ini gaji ASN juga sudah dipotong tiap bulannya.

"Mungkin kalau mau diterapkan tidak semua ASN harusnya, bisa disesuaikan dengan golongan eselon 4 B ke atas. Yang penting ada kesepakatan bagaimana caranya mengajak agar ikhlas mereka yang dipotong itu," jelas Edy.

"ASN tiap bulan sudah diptong untuk zakat melalui Baznas. Jadi jangan sampai ada yang tidak ikhlas. Saya sendiri sepakat, tapi mungkin harus dikaji juga lebih dalam," tandasnya.

Simak juga video 'Perjuangan Bandung Zoo Dihantam Pandemi, Terpaksa Pangkas Gaji Karyawan':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)