59 Desa di Cianjur Blank Spot, Siswa Kesulitan Sekolah Daring

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 15:19 WIB
Poster
Ilustrasi belajar daring di tengah pandemi COVID-19. (Ilustrator: Edi Wahyono)
Cianjur -

Puluhan Desa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat masih belum terjangkau akses jaringan internet atau blank spot. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur Ahmad Danial mengatakan dari 354 desa, masih ada 59 desa yang blank spot.

"Itu berdasarkan laporan pada camat, dan mayoritas berada di wilayah Cianjur selatan," ujar Ahmad, Jumat (30/7/2021).

Menurutnya, kondisi desa yang sulit bahkan tak ada jaringan membuat pengembangan desa terkendala. Pasalnya akses informasi dan komunikasi tidak maksimal.

Bahkan dalam kondisi pandemi ini, para siswa di desa yang masih blank spot sulit untuk belajar secara daring. Namun, Danial menegaskan, masalah tersebut harus diselesaikan secara rembuk oleh dinas terkait, tidak hanya DPMD.

"Kami sudah targetkan di 2022 sudah tidak ada lagi blank spot, tapi tetap harus keroyokan dari Pemda maupun dinas terkait lainnya," tegasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Cianjur Tedi Artiawan mengatakan tidak adanya jaringan membuat para siswa di pelosok, terutama di daerah blank spot, menjadi sulit untuk sekolah daring. "Ini yang kami sempat komunikasikan dengan Disdik, karena efeknya siswa sulit belajar. Apalagi kan di tengah pandemi ini belajar diubah menjadi daring. Bagaimana mau daring jika sinyal atau koneksi internet susah," kata dia.

Namun, menurut Tedi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Provinsi maupun kementerian Kominfo untuk menyediakan layanan jaringan telekomunikasi arah internet di desa blank spot.

"Alhamdulillah sudah ada respons, realisasinya secara bertahap, dan targetnya tahun ini 17 desa sudah bisa terjangkau akses internet. BTS sudah dibangun, tinggal jaringan internetnya saja. Sedangkan untuk 42 desa lainnya bertahap disiapkan jaringannya. Kita terus upayakan setiap tahun, dan ditargetkan segera selesai semuanya. Tidak ada lagi desa yang blank spot" tutur Tedi.

(bbn/bbn)