Bantahan Hengky Kurniawan Usai Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi

Whisnu Pradana - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 14:33 WIB
Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat Hengky Kurniawan resmi mendapatkan suntikan vaksin Sinovac COVID-19 hari ini, Jumat (16/10/2020). Dia dinyatakan resmi setelah mendapatkan hasil swab test negatif yang dilaksanakan pada Selasa (13/10) lalu.
Foto: Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan (Siti Fatimah/detikcom).
Bandung Barat -

Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan mengaku sejak 2,5 tahun mendampingi Bupati Bandung Barat non aktif Aa Umbara Sutisna ia sama sekali tak pernah dilibatkan dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Saat pandemi COVID-19 melanda sejak awal tahun 2020 lalu, Hengky menyebut namanya tak ada di SK Satgas COVID-19 Bandung Barat. Apalagi sampai terlibat melakukan pembahasan pengadaan hingga penyalurannya.

"Jadi benar-benar tidak dilibatkan dalam satgas COVID-19 KBB. Dalam SK tidak ada, terus rapat dengan Satgas KBB, Sekda, dan Pansus DPRD juga tidak pernah. Jadi lebih banyak kegiatan di luar, sementara Pemda KBB dengan APBD-nya," ungkap Hengky saat dihubungi detikcom, Jumat (30/7/2021).

Keterangan itu jugalah yang disampaikan Hengky terhadap penyidik KPK yang memeriksanya sebagai saksi dalam perkara tindak pidana korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi COVID-19 pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat (KBB) tahun 2020, di Kantor KPK Jalan Kuningan Persada Kavling 4, Jakarta, Selasa (27/7/2021) kemarin.

Dalam perkara tersebut nama Bupati Bandung Barat non aktif Aa Umbara Sutisna terseret hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Hengky mengatakan Aa Umbara Sutisna yang merupakan partnernya saat itu, sama sekali tak pernah mengajaknya membahas skema pengadaan bansos COVID-19 untuk kemudian disalurkan pada penerimanya.

"Sejak awal tidak diajak membahas bansos. Jadi intinya semua kegiatan pembagian tugas di pemerintahan, mulai dari pembahasan APBD dan bansos tidak dilibatkan. Tidak pernah diundang apalagi duduk bersama membahas program dan kebijakan di KBB," terang Hengky.

Namun, ia mengetahui di satu waktu penyaluran bansos tersebut menimbulkan masalah lantaran item yang diterima warga dalam kondisi tak layak konsumsi.

"Saya cuma tahu data penerimanya dari Dinsos KBB. Setahu saya ada sedikit masalah saat pendistribusian di desa-desa, yaitu tidak sesuai dengan permintaan sampai muncul kasus ayam busuk itu kan," tegas Hengky.

Hengky mengatakan akan bersikap kooperatif terhadap proses penyidikan kasus korupsi yang hingga saat ini masih dilakukan oleh penyidik KPK termasuk pemeriksaan terhadap dirinya.

"Di panggilan pertama kemarin pun saya hadir dan pastinya akan kooperatif kedepannya," ujar Hengky.

Simak juga video 'Korupsi Bansos, Aa Umbara dan Anaknya Ditahan di Rutan Berbeda':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)