Kasus Dugaan Pungli di TPU COVID-19 KBB, Ahli Waris Diminta Rp 2,5 Juta

Whisnu Pradana - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 14:22 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bandung Barat -

Warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang akan memakamkan jenazah kerabatnya di pemakaman khusus COVID-19 di Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, ternyata harus membayar sejumlah uang.

Hal tersebut dialami Adi Slamet, warga Rajamandala, Bandung Barat. Ia harus merogoh kocek sebesar Rp 2,5 juta untuk memakamkan jenazah ibunya yang meninggal dunia dengan status positif COVID-19 pada 17 Juni 2021 lalu.

Adi bercerita almarhumah ibunya itu pada awalnya akan dimakamkan di TPU Jati, Desa Mandalasari, namun karena dilarang aparat desa setempat dan khawatir ada penolakan dari warga lainnya akhirnya dipilih pemakaman umum khusus COVID-19 Cioray.

"Lalu saya tanya biaya pemakaman di Cioray berapa, kepala dusun bilang sekitar Rp 2 jutaan. Saya langsung transfer agar bisa segera dilakukan penggalian dan pemakaman. Awalnya Rp 2 juta, nambah Rp 500 ribu jadi total Rp 2,5 juta," ungkap Adi saat dihubungi, Jumat (30/7/2021).

Kendati harus membayar ia mengaku tak keberatan karena merasa mampu. Namun ia berharap pemerintah daerah bisa menjelaskan secara rinci terkait biaya yang diminta oleh pengurus TPU maupun pemerintah daerah.

"Tolong dibuka ke publik apa saja soal hak dan kewajiban pasien yang meninggal. Kalau ada bantuan bentuknya apa, itu dijelaskan sehingga semua tahu. Dalam perjalanannya saya tidak pernah diberi tahu apakah proses pemakaman ini termasuk biaya dicover pemerintah atau tidak. Jadi saya kasih saja (uangnya)," tutur Adi.

Adi mengatakan bersama anggota keluarganya yang lain sama sekali tak berpikir macam-macam soal uang yang sudah dibayarkannya untuk biaya pemakaman orangtuanya tersebut.

"Kami tidak punya pikiran aneh-aneh untuk menuduh pihak desa dan pemerintah. Kita sebenarnya enggak masalah soal bayar uang, tapi ini kan beda soal kalau yang kena musibah orang yang tidak mampu," ucap Adi.

Saat dikonfirmasi terkait biaya pemakaman tersebut, Camat Cipatat Iyep Tamchur Rachman mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti apa yang terjadi di lapangan.

Meski belum tahu persis terkait hal itu, Iyep mengatakan bahwa orang yang melakukan pungutan biaya pemakaman tersebut bukan berasal dari Kecamatan Cipatat. Saat ini yang bersangkutan telah dipanggil aparat kepolisian.

"Saya tidak tahu persis seperti apa kejadian sebenarnya. Tapi petugasnya sudah di panggil ke polres. Jadi pemungutan uang itu bukan oleh petugas kami, tapi dari luar Cipatat. Informasinya (biaya) itu untuk sewa ambulans sama yang menggotong jenazah," kata Iyep.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Redhoi Sigiro menyebut pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap petugas pemakaman yang meminta sejumlah uang tersebut.

"Sudah (dipanggil). Sekarang sedang lidik," kata Yohannes singkat.

(mso/mso)