Pemprov Banten Lempar Lagi Tanggung Jawab Tempat Isoman ke Kabupaten-Kota

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 13:43 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Serang -

Penyediaan tempat isolasi mandiri terpusat sampai sekarang belum ada, khususnya di Kota Serang dan Kabupaten Serang. Rencana sedari dulu agar Rusun Margaluyu dijadikan tempat isolasi pun belum jelas sampai sekarang. Baik pemprov maupun pemkab-pemkot masih saling lempar tanggung jawab.

"Lagi dikoordinasikan secara teknis oleh pak sekda," kata Wagub Banten Andika Hazrumy di Gedung DPRD Banten, Kamis (29/7/2021).

Tapi, menurut Sekda Banten Al Muktabar, kenapa rencana penyediaan tempat isoman itu belum terwujud karena soal teknis di kabupaten dan kota. Sebab masing-masing pemda memiliki tanggung jawab bagaimana menjalankan rusun itu untuk jadi tempat isoman terpusat.

Kendala kenapa sampai hari ini belum terwujud antara lain gegara persoalan anggaran dan tenaga kesehatan. Ada juga soal apakah alat-alatnya cukup jika tempat itu mau dijadikan tempat isoman.

"Itu teknis dari kabupaten kotanya. Nakes harus dipersiapkan sarana prasarananya, kalau dijadikan bisa merawat alat-alatnya. Lebih pada persiapan teknis," ujarnya singkat.

Ibu kota Banten jadi satu-satunya daerah yang tidak menyediakan tempat isolasi mandiri bagi pasien COVID-19. Pemkot Serang selalu melempar tanggung jawab penyediaan tempat isoman ini ke Pemprov Banten karena lokasi yang tersedia hanya di Rusun Margaluyu.

"Rusun kita sudah siapkan, tempat tidur sudah siap, kamar mandi kemudian sudah, tinggal kalau provinsi membutuhkan sarana lain, (disiapkan) dari provinsi," ujar Wali Kota Serang Syafrudin pada Selasa (27/7).

Saat ini ada 22.855 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit dan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Tempat isolasi yang disediakan kabupaten kota kecuali Kabupaten Serang, Kota Serang dan Pemprov Banten adalah 4.303 tempat tidur dan 903 tempat tidur di rumah singgah.

(bri/bbn)