Tak Miliki Satgas COVID-19, Dua Perusahaan di Karawang Ditutup Sementara

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 14:15 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Karawang -

Satgas Penanganan COVID-19 Karawang menutup dua perusahaan sektor esensial. Dua perusahaan tersebut ditutup karena tidak memiliki struktur Satgas COVID-19.

Wakil Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Karawang Letkol Inf Medi Hariyo Wibowo mengatakan dua perusahaan yang ditutup sementara itu, berada di Kawasan Industri Mitra (KIM) dan KIIC.

Dua perusahaan itu diketahui tidak memiliki Satgas COVID-19, hingga akhirnya semua prosedur tetap terkait penanganan COVID-19 tidak dimilikinya dan tidak dijalankan

"Kemarin, kami, dari Satgas COVID-19 Karawang, dipimpin langsung oleh Ibu Bupati, selaku ketua Satgas, didampingi juga oleh Dandim, Kapolres, dinas terkait, Satpol PP juga perwakilan Kajari atas adanya laporan dari karyawan kami melakukan sidak ke dua perusahaan tersebut. Dari hasil itu memang dua perusahaan terbukti dan mengakui tidak memiliki satgas penanganan COVID-19. Hal ini sangat memprihatinkan, karena pandemi sudah berjalan satu tahun lebih, namun perusahaan tersebut tidak memiliki penanganan terkait COVID-19 di perusahaannya," kata Medi yang juga Dandim 0604 Karawang saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApps, Rabu (28/7/2021).

Menurutnya, dari hasil sidak yang dilakukan, dua perusahaan dikenakan sanksi penutupan sementara. Sanksi akan dicabut apabila rekomendasi dari Satgas direalisasikan.

"Jadi kami tutup sementara, dan kami minta semua diperbaiki, terkait pembentukan Satgas COVID-19 di perusahaannya, hingga manajemen penanganannya, hingga penerapan protokol kesehatannya," ungkapnya.

Selain itu, dari data yang didapatkan dua perusahaan tersebut termasuk sektor esensial, dan memiliki ratusan hingga ribuan karyawan.

"Jadi dua perusahaan itu sektor esensial, dan PT. Karya Indimas Elok itu ratusan karyawan, kalau PT. Indotech itu ribuan jumlah karyawannya," ucapnya.

Sementara itu, selama PPKM Level 4, Medi menjelaskan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap mobilitas masyarakat, termasuk mobilitas karyawan di kawasan industri. Katanya, di Karawang sendiri, dua klaster penyebaran COVID-19 yakni klaster keluarga dan industri telah menyumbangkan kenaikan positive rate yang cukup signifikan.

"Jadi pemantauan, juga pengawasan terhadap mobilitas masyarakat terus kami digencarkan dalam memutus rantai penyebaran covid-19, salah satunya dengan sidak ke perusahaan, karena kita sadari dua klaster, yakni keluarga, dan industri ini sangat erat bisa dipengaruhi oleh keberadaan karyawan, di lingkup masyarakat, misal kalau perusahaan tidak melaporkan karyawannya yang positif COVID-19, secara otomatis tidak ada pengawasan, dalam mobilitasnya, dan secara langsung juga membiarkan penyebaran virus hingga menjadi klaster keluarga," katanya.

Untuk itu, ia menekankan agar perusahaan bisa mengikuti aturan terkait penanganan COVID-19 agar penyebaran virus bisa terputus.

"Jadi kami selalu tekankan kepada perusahaan untuk bisa saling bekerjasama dalam memutus rantai penyebaran COVID-19 ini, karena ini demi kebaikan bersama," ujarnya.

(mso/mso)