Round-Up

Akhir Kehebohan Promo Gratis Ramen Kecuali untuk Presiden di Garut

Hakim Ghani - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 08:13 WIB
Warung Ramen di Garut bikin promo yang tak berlaku untuk Jokowi
Warung ramen yang memasang baliho promo kecuali Jokowi (Foto: Hakim Ghani)
Garut -

Sebuah warung ramen di Garut membuat geger lantaran membuat promosi beli satu gratis satu yang tidak berlaku untuk presiden. Sang pemilik akhirnya meminta maaf.

Warung ramen yang membuat geger itu adalah Ramen Jangar (Ranjang) 69. Mereka memasang baliho berisi pesan promosi beli satu gratis satu untuk semua orang. Namun, promo itu tidak berlaku untuk Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Seperti dilihat detikcom, dalam baliho itu tertulis pesan promosi 'Merdeka! Promo PPKM buy 1 get 1 free ramen. Kecuali Presiden'. Selain pesan tersebut, dalam baliho itu juga terpampang wajah Presiden Jokowi.

Baliho itu menjadi perbincangan setelah foto-fotonya tersebar di media sosial dan WhatsApp. Baliho itu diketahui dipasang pada Senin (26/7) pagi oleh pengelola Ranjang 69.

Rizka Rahman, pemilik warung menjelaskan, baliho itu sengaja dibuat oleh pengelola. Tujuannya, hanya sebagai promosi warung yang mulai kembali buka.

"Jadi sebetulnya ini bentuk promosi. Setelah PPKM, mungkin ini lebih ke promosi. Konteksnya hanya sekedar promosi agar orang-orang mulai datang lagi. Menarik pelanggan," kata Rizka.

Rizka mengatakan, tidak ada niatan untuk melakukan provokasi atau mengkritik kebijakan pemerintah dalam baliho tersebut. "Jadi sebetulnya konteks sebenarnya itu kenapa kecuali presiden, karena kalau presiden datang ke tempat ini, ya masak kita kasih buy one get one, ya pasti kita kasih gratis. Masak presiden disuruh beli," ucap Rizka.

Meski pihak pengelola mengklaim tujuan dari baliho itu murni sebagai langkah promosi, namun hadirnya baliho itu membuat geger masyarakat Garut. Bahkan, baliho diketahui diturunkan lagi oleh pengelola setelah mendapat imbauan dari aparat pada Senin sore.

Rizka mengaku menurunkan baliho itu secara sukarela. Dia juga meminta maaf lantaran terjadi misinformasi di masyarakat terkait baliho gratis ramen kecuali presiden itu.

"Saya selaku pemilik meminta maaf terkait baliho itu. Karena terjadi misinformasi dan banyak media sosial yang melebih-lebihkan makna dari baliho," katanya.

Adanya baliho promo ramen kecuali untuk presiden itu cukup membuat heboh. Baliho itu bahkan memantik respons dari beragam kalangan, di antaranya dari kalangan politisi.

Ketua DPC PDI-P Garut Yudha Puja Turnawan angkat bicara terkait baliho itu. Menurut Yudha, baliho itu merupakan gimmick promosi dari pengelola dan sah-sah saja untuk dibuat.

"Kalau dari perspektif saya, selaku tim Pak Jokowi, ini gimmick marketing lah. Mungkin ada pangsa pasarnya," ucap Yudha saat dikonfirmasi, Selasa (27/7/2021) malam.

Yudha mengatakan, strategi promosi yang dilakukan pengelola dianggap sah-sah saja. Yudha mendoakan agar usaha yang dijalankan semakin berkah dan maju. "Semoga jualannya laku, semoga berkah dan maju," ujar Yudha.

Kendati demikian, Yudha mengingatkan para pelaku usaha untuk ikut menaati arahan PPKM dari pemerintah pusat. Sebab, kata Yudha, PPKM terbukti efektif menurunkan kasus COVID-19 khususnya di Garut.

"PPKM ini efektif menurunkan kasus. Walau bagaimana pun, kami mengingatkan untuk mengikuti arahan dari pemerintah. Ini demi kebaikan semua juga. Supaya bisa cepat normal kembali.

Simak video 'Bikin Promo 'Buy 1 Get 1 Kecuali Presiden', Ini Kata Pemilik Warung Ramen':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)