Kawanan Pemuda Mabuk Keroyok Mati Kakek di Bandung Barat

Whisnu Pradana - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 17:18 WIB
Pemuda Keroyok Mati Kakek di Bandung Barat
Polisi menangkap kawanan pemuda yang mengeroyok seorang kakek di Bandung Barat. (Foto: Whisnu Pradana/detikcom)
Bandung Barat -

Seorang kakek tewas dikeroyok kawanan pemuda di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (19/7) dini hari. Aksi pengeroyokan tersebut dilakukan tiga orang yakni Guntur Novansa alias Utuy (21), Haris Budiman (21), dan MAPP (16).

Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengatakan kasus pengeroyokan itu bermula ketika para pelaku bersama rekan-rekannya yang lain tengah nongkrong sambil mabuk minuman keras (miras) di sekitar kawasan Kota Baru Parahyangan, Padalarang. Mereka juga menyetel musik bersuara kencang dari dalam satu unit mobil.

"Jadi korban ini merasa terganggu dengan musik yang terlalu keras. Ternyata di situ ada belasan remaja lagi nongkrong sambil mabuk-mabukan, mereka disuruh bubar karena mengganggu juga," ucap Yohannes, Senin (27/7/2021).

Para remaja yang tengah berada di bawah pengaruh miras itu tak terima ditegur dan disuruh bubar oleh korban, Deddy Arjuna (69). "Mereka tidak terima ditegur. Awalnya pelaku Haris Budiman memukul wajah lalu menyeruduk korban hingga terjatuh. Kepala belakang korban mengalami benturan karena menghantam aspal sampai terjadi pendarahan," tutur Yohannes.

Melihat korban yang sudah tersungkur dan berdarah pada bagian wajah dan kepala belakang ternyata tak membuat pelaku berhenti mengeroyok korban. Pelaku lainnya yakni Utuy dan MAPP malah ikut-ikutan memukul dan menendang korban yang berada dalam keadaan tak berdaya.

"Salah seorang petugas keamanan sempat melerai aksi brutal para pelaku. Tapi para pelaku ini masih terus menendang korban. Setelah itu pelaku langsung kabur. Sementara korban dibawa ke rumah sakit oleh warga namun meninggal di sesaat baru tiba di rumah sakit," beber Yohannes.

Mendapati laporan adanya aksi pengeroyokan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para terduga pelaku. Para pelaku pun berhasil diamankan dalam waktu 24 jam. Mereka dikenakan Pasal 170 ayat 2 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Salah satu pelaku, Utuy, mengaku terlibat mengeroyok korban. Dia saat itu mabuk miras.

"Sama sekali enggak sadar, enggak tahu juga wajah korbannya seperti apa. Soalnya waktu itu kita mabuk parah," kata Utuy.

(bbn/bbn)