Tangis Ayah Bocah Penjual Gorengan di Hadapan Kajari Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 15:40 WIB
Kajari Sukabumi Berkunjung ke Bocah Penjual Gorengan
Kajari Kabupaten Sukabumi Bambang Yunianto mengunjungi orang tua bocah penjual gorengan. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi -

Abdurohman (43), ayah kandung Salma Fauziah (13), menangis dan sempat curhat soal kondisi pekerjaannya yang terdampak pandemi COVID-19. Gegara hal itu dia tidak mampu membiayai putrinya untuk melanjutkan sekolah.

Berlinang air mata, Abdurohman menceritakan kondisi awal terdampak pandemi sampai kemudian sang anak berinisiatif membantu meringankan beban orang tuanya. Salma berjualan gorengan hingga meninggalkan bangku sekolah.

"Hati saya sakit pak melihat anak saya berjalan kaki sambil menenteng keranjang isi gorengan," kata Abdurohman di hadapan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Sukabumi Bambang Yunianto, Selasa (27/7/2021).

Bambang bersama istrinya, Rositha Yunianto, yang juga Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Kabupaten Sukabumi, serta Kepala Desa Padaasih Aung Ruhyandi. Dia sengaja mendatangi kediaman Salma untuk memastikan kondisi bocah tersebut pascaramai diberitakan soal kondisinya yang putus sekolah dan jualan gorengan.

Selain Bambang, terlihat juga rombongan dari kejaksaan, Kasi Pidsus Andreas, Kasi Datun Adib Adam, Kasi Intel Aditia Sulaeman dan Kasi BB dan Barang Rampasan Gema Wahyudi. "Saya sudah enggak tahu harus bagaimana menyampaikan terimakasih atas kepedulian ini. Sejak awal saya juga enggak tahu bakalan ramai. Ternyata banyak yang terpanggil melihat kondisi putri saya," ucap Abdurohman.

Abdurohman yang berprofesi sebagai sopir angkot ini bercerita penghasilannya turun drastis setelah memasuki pandemi, jumlah penumpang dibatasi. "Biasa sehari bisa pulang bawa Rp 120 ribu, Rp 150 ribu, sekarang bawa Rp 50 ribu saja sudah bagus belum dipotong biaya ongkos pulang. Palingan sampai bersih itu Rp 25 ribu," ucap Abdurohman.

Mendengar curhatan ayah Salma, Bambang memintanya untuk bersabar. Menurutnya, kedatangannya adalah untuk mencarikan solusi bagaimana kehidupan Salma lebih baik di masa mendatang.

"Jadi memang ayahnya merasa tidak tega melihat kondisi anaknya yang dengan kesadarannya mau membantu orang tua meringankan beban sehari-hari. Hanya memang karena kondisi, seharusnya saat ini Salma wajib belajar untuk melanjutkan ke jenjang SMP," tutur Bambang.

Bambang mendengar sudah banyak pihak yang membantu Salma untuk bersekolah kembali. Ia pun sempat menanyakan kebutuhan Salma untuk persiapan sekolah nanti.

"Makanya mudah-mudahan dengan kedatangan kami dengan sedikit bantuan yang bisa kami berikan dan dek Salma bisa melanjutkan sekolah seperti anak-anak seusianya," tutur Bambang.

(sya/bbn)