Uluran Tangan untuk Salma Bocah Sukabumi Putus Sekolah-Jual Gorengan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 08:16 WIB
Bocah Salma Penjual Gorengan di Sukabumi
Foto: Bocah penjual gorengan di Sukabumi (Syahdan Alamsyah/detikcom).
Sukabumi -

Beragam bantuan untuk Salma Fauziah (13), bocah penjual gorengan yang putus sekolah mulai mengalir. Malam tadi, Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi Dista Anggara dan Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni mendatangi kediaman Salma.

Dista yang datang bersama stafnya itu sempat berbincang dengan Salma yang didampingi Abdurohman (43) ayah kandung dan Nurjanah (53) ibu sambungnya. Dista sempat termangu saat mendengar gadis itu bercerita tentang kesehariannya.

"Saya membaca kisah Salma melalui pemberitaan, usia 13 tahun terpaksa jualan gorengan dan putus sekolah karena keterbatasan ekonomi orang tuanya yang terdampak pandemi. Akhirnya bersama rekan-rekan di kantor kami ingin menengok langsung adik kita ini," kata Dista, Selasa (27/7).

Dista mengatakan tidak ada alasan untuk Salma tidak melanjutkan pendidikan. Kesulitan keuangan yang dihadapi keluarga Salma pihaknya akan membantu meringankan.

"Kami ada sedikit rejeki, mudah-mudahan bisa sedikit meringankan doa dan harapan keluarga terutama adik Salma agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya," ucapnya Dista.

Usai Dista berpamitan, tidak lama berselang datang Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni. Ia juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk Salma.

Sementara itu Nurjanah, ibu Salma mengaku bersyukur banyak orang baik yang mendatangi kediamannya setelah membaca kisah soal putrinya.

"Semua apa adanya, memang begini kondisinya. Kami hanya mengucap Alhamdulilah atas semua bantuannya, semoga bisa bermafaat buat salma dan kami sekeluarga," kata Nurjanah.

Diberitakan sebelumnya, sudah setahun ini Salma Fauziah, bocah perempuan berusia 13 tahun asal Kabupaten Sukabumi, berjualan gorengan. Salma, yang seharusnya duduk di bangku SMP ini, terpaksa putus sekolah karena penghasilan ayahnya terdampak pandemi COVID-19.

Nurjanah (53), ibu sambung Salma mengatakan putrinya selama ini memiliki keinginan berjualan tanpa disuruh atau dipaksa. Bahkan, saat duduk di bangku SD, Salma terbiasa membawa gorengan ke sekolahnya untuk dijual.

Ia berjalan kaki menenteng keranjang berisi gorengan berangkat dari kediamannya di Gang Makam, Kampung Cipancur, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat.

"Jual gorengan setahun ini, sejak SD kebetulan dibolehkan oleh pihak sekolah karena enggak Salma saja yang jualan, sampai kemudian sekolah lewat online di rumah. Awal-awal pandemi, ujian sekolah saat itu di rumah," kata Nurjanah, Senin (26/7/2021).

Simak juga Video: Fanny Ghassani Dukung Pemerintah Salurkan Bansos Via Transfer

[Gambas:Video 20detik]



(sya/mso)