PPKM Level 4

Pedagang di Pusat Perbelanjaan Bandung Mulai Buka Kembali Lapak Dagangan

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 13:07 WIB
Pedagang di Bandung mulai membuka lapak dagangnya.
Foto: Pedagang di Bandung mulai membuka lapak dagangnya (Yudha Maulana/detikcom).
Bandung -

Sejumlah pedagang di pusat perbelanjaan di Kota Bandung mulai membuka kembali lapak dagangannya di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Senin (26/7/2021).

Seperti diketahui, pada Minggu (25/7) perwakilan pedagang yang tergabung dalam Aliansi Pedagang Kota Bandung menyatakan sikap untuk membuka kembali lapak mereka hari ini. Sikap itu muncul karena pembatasan kegiatan masyarakat yang dilakukan belakangan ini menyudutkan mata pencaharian mereka.

Pantauan detikcom di ITC Bandung pada pukul 10.30 WIB, sejumlah pedagang mulai menata barang dagangannya di atas etalase yang berdebu karena lama tak digunakan. Sementara di lantai dua dan selanjutnya tidak terlihat ada aktivitas pedagang di sana.

Walau begitu di Pasar Baru Bandung tampak sejumlah pedagang masih menunggu di depan pintu masuk pusat perbelanjaan. Mereka tak bisa membuka lapaknya, karena pintu utama keluar-masuk Pasar Baru hanya bisa dimasuki dengan cara berjongkok.

Koordinator Aliansi Pedagang Kota Bandung Ari mengatakan para pedagang kembali membuka lapaknya karena terdesak dengan tuntutan ekonomi. Pihaknya pun telah menyampaikan kepada para pedagang untuk tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

"Sebenarnya kan kalau ITC pasar, karena di sana tidak ada tempat hiburan, tidak ada tempat tongkrongan, tidak ada karaoke seperti Tanah Abang lah," ujar Ari saat ditemui di Pasar Baru Bandung.

"Para pedagang juga memakai masker, di pintu depan juga untuk orang yang masuk dicek suhu, disemprot hand sanitizer, dan ada juga woro-woro agar pengunjung yang tak melakukan jual beli sebaiknya pulang, hal itu dilakukan setiap 25 menit sekali," katanya.

Pihak pengelola pun, dikatakan Ari sempat mematikan lampu di dalam Pasar Baru. Hal itu diakui Ari sempat menyulitkan para pedagang yang masih beraktivitas jual beli lewat daring. "Kalau sekarang lampunya sudah dinyalakan," katanya.

Pjs Project Head Pasar Baru Bandung Yusuf Setiawan mengatakan pihaknya mengacu kepada pengumuman dari pemerintah pusat maupun kota.

"Dalam Perwal Kota Bandung sekarang masih level 4, kemarin jadi banyak yang dipersangkakan pengumuman presiden, salah dipersepsikan juga jadi kita tunggu instruksi, tunggu perwal nanti turunannya surat edaran, dan ada juga instruksi dari direksi. Kami sebagai pengelola di sini hanya pelaksana, bukan pengambil kebijakan," ujar Yusuf.

"Selama menunggu kita posisi dari Pasar baru tetap enggak bisa dibuka dulu, selama ini juga saat PSBB juga Pasar Baru masuk ke kategori pusat perbelanjaan atau mal," katanya.

Pihaknya, kata Yusuf, juga mengklaim tak menghalang-halangi pedagang yang ingin mengambil barang dagangannya. Walau begitu, sebelum mengambil barang, pedagang diharuskan mengurus administrasi terlebih dahulu untuk memastikan keamanan di dalam Pasar Baru.

"Kalau benar-benar mau ambil barang silakan diurus dulu, saya khawatir kalau dibuka begitu saja nanti tingkat keamanannya juga kurang, jadi ini demi keamanan bersama. Bukan mempersulit, tapi silakan ikuti aturan perizinan dulu," kata Yusuf.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan, pedagang di mal atau di pusat perbelanjaan masih bisa berjualan asal menggunakan sistem online. "Pasar Baru dan ITC itu masuk kategori mal jadi tidak boleh buka dan dikecualikan untuk yang berdagang online dengan karyawan minimal tiga orang," ujar Elly saat dihubungi.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengumumkan untuk memperpanjang masa PPKM Level 3-4 dari tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021. Sementara itu aturan teknis pelaksanananya disusun dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri No 24, No 25, dan No 26 Tahun 2021.

Di dalamnya tercantum bahwa pusat perbelanjaan atau mal di daerah yang masuk PPKM level 4 untuk ditutup, tetapi pengelola tak boleh menghalangi akses masuk pedagang untuk berjualan online. Sementara itu di daerah level 3, mal atau pusat perbelanjaan boleh dibuka dengan kapasitas maksimum 25 persen.

(yum/mso)