Proyek Underpass Sriwijaya di Cimahi Telan Anggaran Rp 84 Miliar

Whisnu Pradana - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 20:18 WIB
Potret Rekayasa Lalin di Cimahi Imbas Pembangunan Underpass Sriwijaya
Foto: Whisnu Pradana
Cimahi -

Mulai hari ini, Sabtu (24/7/2021), sejumlah ruas jalan di Cimahi direkayasa karena proyek pembangunan Underpass Sriwijaya. Proyek ini menelan biaya Rp 84 miliar lebih.

Underpass tersebut nantinya akan menghubungkan Jalan Dustira dengan Jalan Sriwijaya Raya yang saat ini kerap mengalami kemacetan lantaran over capacity. Ditambah adanya perlintasan kereta api sebidang yang membuat penumpukan kendaraan kian parah.

"Saat ini kami tengah melanjutkan pengerjaan proyek besar infrastruktur Underpass Sriwijaya," ungkap Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana kepada wartawan, Sabtu (24/7/2021).

Sebelumnya rencana pembangunan underpass tersebut sempat terhambat beberapa kali karena anggaran. Belum lagi pada tahun 2020 lalu, anggaran di Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkenarefocusinguntuk penanganan COVID-19.

"Sempat tertunda beberapa kali, tapi sekarang alhamdulillah jadi. Anggaran yang digunakan untuk membuat underpass bersumber dari bantuan Pemprov Jabar melalui skema Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021. Ditargetkan rampung tahun ini," kata Ngatiyana.

Menurutnya proyek ini harus dilaksanakan tahun ini sesuai program PEN. Jika tidak terlaksana, maka anggarannya nanti bakal dikembalikan ke kas negara. "Ini tidak mengganggu penanganan COVID-19 dan PPKM, karena beda sumber anggaran," kata Ngatiyana.

Berdasarkan data yang dihimpun dari laman lpse.cimahikota.go.id, nilai proyek Underpass Sriwijaya hasil negosiasi sebesar Rp 84.330.000.000. Nilai proyek tersebut urun dari nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang sebelumnya tercantum yakni sebesar Rp 101.605.914.984.

Dari rencana pembangunan, underpass Sriwijaya memiliki panjang 600 meter, lebar badan jalan serta trotoar mencapai 9 meter, dan tingginya mencapai 5,2 meter. Kontraktor PT Nindya Karya (Persero) menjadi pemenang tender untuk menggarap pembuatan Underpass Sriwijaya itu.

"Untuk target 100 persen, kalau enggak ada kendala selama pelaksanaan kita optimis bisa rampung akhir tahun ini," kata Kepala Seksi Peningkatan Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi Mase Wardana.

Pihaknya menyebut alat berat untuk pembangunan underpass diperkirakan mulai masuk pada 27 Juli 2021 mendatang. Sebelumnya, Dinas PUPR Kota Cimahi telah berkoordinasi dengan PT KAI sebagai pemilik lahan bangunan yang terdampak.

"Untuk bangunan terdampak kita sudah kerjasama dengan PT KAI sebagai pemilik bangunannya. Sekarang sedang dilakukan rekayasa arus lalulintas dulu," tegas Mase.

Rekayasa arus lalu lintas yaitu kendaraan dari arah Tol Baros diarahkan melalui Jalan Sudirman kemudian lurus melintasi Jalan Warung Contong. Di titik tersebut ditekuk kiri untuk melalui Flyover Padasuka lalu keluar di Jalan Amir Machmud menuju Padalarang maupun Alun-alun Cimahi.

Kemudian kendaraan dari arah Jalan Sudirman yang berbelok ke Jalan Urip Sumoharjo akan memutar kembali ke Jalan Gatot Subroto dan Jalan Baros untuk menuju Jalan Gandawijaya maupun arah Padalarang serta ke kawasan Lembang.

Bagi kendaraan yang hendak ke arah Baros mengambil arah belok kanan melintasi RS Dustira lalu lurus ke Jalan Gatot Subroto dan lanjut ke Jalan Baros. Sebelumnya, kendaraan dari arah Sudirman berbelok ke Jalan Urip Sumoharjo dan belok kiri melintasi RS Dustira menuju Sriwijaya untuk lanjut ke Padalarang.

Kendaraan dari arah Sriwijaya berbelok ke Jalan Stasiun untuk lanjut belok kiri ke Jalan Gatsu menuju Bandung atau belok kanan arah Tol Baros. Rekayasa lalulintas tersebut diterapkan mulai Sabtu (24/7/2021) hingga selesainya pelaksanaan pembangunan Underpass Sriwijaya-Dustira.

(ern/ern)