Penduduk Miskin Banten 867 Ribu Saat Pandemi, BPS Dorong Bansos

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 14:27 WIB
Warga beraktifitas di kawasan pemukiman padat penduduk, Petamburan, Jakarta, Selasa (19/07/2016). Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin menyatakan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2016 mencapai 28,01 juta orang dan angka ini sekitar 10,86 persen dari jumlah penduduk nasional. Grandyos Zafna/detikcom
Ilustrasi penduduk miskin (Foto: Grandyos Zafna)
Serang -

Penduduk miskin di Provinsi Banten terus meningkat seiring adanya pandemi COVID-19 sejak tahun lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa per Maret 2021 penduduk miskin daerah ini mencapai 867 ribu lebih.

Kepala BPS Banten Adhi Wiriana mengatakan bahwa kenaikan penduduk miskin ini juga seiring dengan negatifnya pertumbuhan ekonomi. Dari September 2020 saja persentasenya naik 0,03 persen atau bertambah 9 ribu penduduk miskin. Bahkan, bila dibandingkan dengan Maret 2020, angkanya menyentuh angka 90 ribu lebih penduduk miskin yang bertambah di Banten.

Padahal, sebelum pandemi, tren penduduk miskin menurutnya malah semakin baik bahkan di bawah lima persen. Tapi, hantaman pandemi membuat angkanya naik dari 6,63 persen di September 2020 menjadi 6,66 persen di Maret 2021.

"Tentunya berbagai bantuan sosial yang dibutuhkan masyarakat perlu digelontorkan untuk mengatasi kemiskinan yang terjadi di Provinsi Banten. Karena jumlah penduduk miskin terjadi kenaikan dari 775 ribu sampai sekarang 867 ribu. Artinya kenaikannya hampir 100 ribu orang," jelas Adhi di Serang, Kamis (15/7/2021).

Di Provinsi Banten penduduk miskin sendiri paling banyak di daerah pedesaan dibanding perkotaan. Presentasinya 5,93 persen di kota dan 8,49 persen di desa dari total seluruh penduduk miskin. Tapi, meski lebih sedikit pandemi justru membuat penduduk miskin di kota semakin banyak dibanding tahun lalu.

"Ini bisa ditandai mungkin di wilayah Pandeglang, Lebak yang relatif pedesaan walaupun ada perkotaan. Termasuk di Kabupaten Tangerang daerah utara," jelasnya.

Di tengah kondisi ini, BPS menyarankan agar pemerintah daerah dan masyarakat berkecukupan ikut bergotong royong membantu penduduk miskin. Momen Idul Adha pada 20 Juli nanti bisa sangat berperan untuk membantu mereka apalagi dalam kondisi pandemi COVID-19 dan PPKM Darurat.

"Kita bisa contoh kemiskinan di Bali sangat berdampak karena turis sedikit bahkan tidak ada tapi kemiskinannya rendah se-Indonesia karena tradisi kebiasaan gotong royong saling bantu yang kaya dan miskin. Di Banten ada terutama di suku Baduy, ada saling budaya tolong-menolong di antara masyarakat dan mudah-mudahan bisa kita lestarikan di Banten dan kemiskinan menurun dan tidak terjadi ketimpangan," pungkasnya.

Simak video 'BPS Ungkap Ada 27,54 Juta Penduduk Miskin di Indonesia pada Maret 2021':

[Gambas:Video 20detik]



(bri/mud)