Dua Balita di Bandung Barat Terpapar COVID-19 Varian Delta

Whisnu Pradana - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 13:24 WIB
Poster
Ilustrasi (Ilustrator: Edi Wahyono)
Bandung Barat -

Pemkab Bandung Barat memastikan varian baru COVID-19 delta dengan kode B.1.617.2 sudah menyebar di Bandung Barat. Hal itu dibuktikan dengan hasil uji laboratorium yang diterbitkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Lembaga Biologi Molekular (LBM) Eijkman.

Di Bandung Barat tercatat ada dua balita dan seorang lagi anak berusia 5-18 tahun yang dinyatakan terpapar COVID-19 varian delta. Rinciannya seorang balita terpapar COVID-19 varian delta di wilayah Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Jayagiri, Lembang. Seorang balita di wilayah PKM Cipeundeuy dan seorang lagi berusia 5-18 tahun di wilayah PKM Cipeundeuy.

Namun berdasarkan data itu juga didapati hasil seorang balita di wilayah PKM Ngamprah terpapar COVID-19 dengan kode B.1.446.2 atau varian lokal. "Semalam sudah dapat kabar di grup gugus tugas. Berdasarkan surat dari Lembaga Biologi Molekular Eijkman bahwa dari sampel yang mereka periksa memang (COVID-19) varian delta sudah ada di Bandung Barat. Di Lembang yaitu Puskesmas Jayagiri, Cipeundeuy, dan Ngamprah," kata Sekretaris Daerah (Sekda) KBB Asep Sodikin kepada detikcom, Rabu (30/6/2021).

Pihaknya belum mengetahui secara rinci bagaimana awal mula ketiganya bisa terpapar COVID-19 varian delta. Namun dari sampel yang diperiksa, sudah dipastikan ketiganya terpapar COVID-19 varian delta.

"Sampai sekarang kita belum dapat informasi lebih detail dari Dinas Kesehatan Bandung Barat. Kondisinya seperti apa apakah parah atau tidak belum dapat detailnya," ujarnya.

Dia memastikan Dinas Kesehatan Bandung Barat sudah menindaklanjuti informasi tersebut dengan berkomunikasi ke Dinkes Jawa Barat. "Yang pasti ini akan jadi perhatian karena kan masuknya Variant of Concern (VoC), harus segera di-tracking dan tracing juga. Semua data ini masih pakai kode dan Dinkes belum ada laporan lagi. Hanya saja yang pasti sudah menindaklanjuti informasi ini ke provinsi (Jawa Barat)," tutur Asep.