BOR Penuh, 19 Pasien COVID-19 Tertahan di IGD RSUD Cibabat Cimahi

Whisnu Pradana - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 15:55 WIB
RSUD Cibabat Cimahi
RSUD Cibabat Cimahi (Foto: Sudirman Wamad)
Cimahi -

Sebanyak 19 pasien COVID-19 yang dirujuk ke RSUD Cibabat saat ini masih belum tertangani untuk masuk ruang perawatan lantaran terjadi penumpukan pasien COVID-19 di IGD rumah sakit.

Hal tersebut lantaran pada hari Jumat (25/6/2021) ini dari total 82 tempat tidur khusus pasien COVID-19 di RSUD Cibabat semuanya sudah terisi penuh. Alhasil 19 pasien tersebut harus menunggu terlebih dahulu.

"Saat ini ada 19 pasien yang belum mendapatkan tempat tidur karena tertahan di IGD. Dan kondisinya cukup mengkhawatirkan karena sudah penuh," ungkap Direktur RSUD Cibabat Sukwanto Gamalyono kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

Demi mengatasi penumpukan di IGD, saat ini pihaknya tengah menyiapkan ruangan yang belum terpakai untuk kemudian disulap menjadi tempat perawatan khusus pasien COVID-19 dengan kapasitas 30 bed.

Di ruang tambahan tersebut RSUD Cibabat sudah menyiapkan alat-alat yang sesuai standar dan memenuhi syarat untuk merawat pasien COVID-19.

"Kita akan nambah 30 bed di lantai 6 rumah sakit yang saat ini belum terpakai. Kita buat untuk mengurai pasien supaya tidak terjadi penumpukan di IGD terlalu lama," sebutnya.

Beruntung penumpukan pasien COVID-19 di RSUD Cibabat sendiri tak bercampur dengan pasien umum. Hal tersebut lantaran pihaknya telah menutup IGD bagi pasien umum hingga 30 Juni mendatang.

Awalnya, kebijakan tersebut berlaku hingga 24 Juni 2021. Namun lantaran pasien COVID-19 terus berdatangan akhirnya pihak rumah sakit memperpanjang kebijakan tersebut demi keselamatan pasien non COVID-19 dan pegawai.

"Pasien yang kami terima masuk IGD hanya pasien COVID-19 saja. Kebijakan itu diperpanjang sampai 30 Juni karena melihat sebelumnya itu pasien umum dan yang COVID-19 bercampur," tegasnya.

"Saya ambil kebijakan seminggu untuk COVID-19 saja. Tapi untuk rawat jalan masih dilayani, poli-poli yang ada di sini tetap melayani pasien umum," kata Sukwanto menambahkan.

(mud/mud)