Pembangunan Pusat Perkantoran Pemkab Pangandaran Terus Digenjot

Faizal Amiruddin - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 15:49 WIB
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata meninjau pembangunan pusat pemerintahan.
Foto: Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata meninjau pembangunan pusat pemerintahan (Faizal Amiruddin/detikcom).
Pangandaran -

Pembangunan kota baru di Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran terus digenjot. Dari tiga proyek pembangunan yang terdiri dari kantor Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Pangandaran dan Alun-alun, baru Kantor Bappeda yang selesai dibangun serta langsung dipergunakan.

"Tahun ini kita bangun Kantor Setda, Alun-alun dan Kantor Bappeda. Itu harus selesai tahun ini," kata Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, usai meresmikan kantor Bappeda, Jumat (25/6/2021).

Dia menjelaskan pihaknya tak hanya membangun pusat pemerintahan, namun juga membangun kota baru di kawasan Desa Cintakarya Parigi ini. Rencana pembangunannya sudah disusun dan direalisasikan secara bertahap.

"Jadi kita itu sebenarnya membangun kota baru yang di dalamnya ada pusat pemerintahan. Penataan infrastruktur publiknya juga digarap, akses jalan menuju pusat pemerintahan lebarnya 20 meter," kata Jeje.

Dia menargetkan rencana pembangunan kota baru itu bisa selesai di masa jabatannya sebagai Bupati. "Saya punya waktu tiga tahun, 2022, 2023 sampai 2024. Selama tiga tahun itu saya harap bisa selesai, atau 90 persen selesai. Pokoknya harus beres," kata Jeje.

Pihaknya memperkirakan butuh anggaran sekitar Rp 120 miliar untuk mewujudkan rencana kota baru tersebut. Jeje mengakui di tengah kondisi keuangan daerah yang kurang sehat, perlu dilakukan penyesuaian.

"Rp 120 miliar itu untuk pusat perkantorannya saja, belum sarana prasarana pendukung sebuah kota baru," kata Jeje.

Dia mengatakan pembangunan kota baru di kawasan ini mulai memberi dampak bagi masyarakat, salah satunya kenaikan harga jual tanah yang signifikan.

"Tiga tahun lalu harga tanah disini sekitar Rp 1 juta per bata, sekarang melonjak Rp 15 juta, itu luar biasa. Saya harap masyarakat setempat bisa ikut menikmati dampak positif dari pembangunan ini," kata Jeje.

Kepala Desa Cintakarya Wawang Darmawan menyatakan apresiasi atas pembangunan kota baru di wilayah desanya.

"Tentu harapan kami masyarakat Desa Cintakarya bisa ikut menikmati pembangunan ini. Jangan hanya jadi penonton tapi ikut menjadi pemeran untuk sama-sama menikmati manfaat dari pembangunan ini," kata Wawang.

Wawang juga menjelaskan sebelumnya kawasan yang kini dibangun pusat perkantoran itu sebelumnya adalah hutan.

"Ini dulunya hutan "pangangonan" Karangkamulyan, hutan tempat menggembala ternak. Sekarang berubah menjadi kota," kata Wawang.

Wawang berharap nama Karangkamulyan tidak dihilangkan bahkan jika memungkinkan dijadikan nama kota baru.

"Kalau bisa namanya kota baru Karangkamulyan, nama Karangkamulyan jangan dihilangkan, karena itu titipan karuhun, sepuh kami di sini," kata Wawang.

Ketua Komisi IV DPRD Pangandaran Wowo Kustiwa menambahkan perencanaan pembangunan kawasan ini harus terintegrasi dari awal.

"Jadi pembangunan taman, instalasi kabel-kabel dan air itu harus dimulai dari sekarang. Jangan sampai nanti setelah beres, dibongkar lagi. Instalasi kabel pun harus di bawah tanah, namanya kota baru jangan ada kabel semrawut di atas tiang," kata Wowo.

Mengenai kondisi fiskal pemerintah yang sedang tak baik imbas pandemi Corona, Wowo mengatakan hal itu bisa disiasati dengan penyesuaian.

"Masalah anggaran bisa menyesuaikan dan disesuaikan. Yang penting pembangunan ini dijadikan prioritas walau pun dilakukan secara bertahap tak masalah, yang penting berjalan," kata Wowo.

Dia juga mengatakan Pemkab Pangandaran bisa mengakses bantuan anggaran dari Pemprov Jabar atau pemerintah pusat.

(mso/mso)