Big Boss Paket Kurban Bodong Cianjur Divonis Ganti Rugi Rp 49 M

Ismet Selamet - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 19:21 WIB
Sidang vonis big boss Cianjur
Foto: Sidang vonis big boss Cianjur (Ismet Selamet/detikcom).
Cianjur -

HA alias Ani, Bigboss paket kurban bodong Cianjur divonis bersalah dan harus mengganti kerugian para korban sebesar Rp 49 miliar.

Vonis tersebut disampaikan dalam sidang gugatan perdata kasus investasi bodong berkedok paket kurban yang digelar di ruang Sidang Tirta Pengadilan Negeri Cianjur, Rabu (23/6/2021).

Sidang putusan yang dipimpin Hakim Ketua Donovan Akbar didampingi hakim Trini dan Dian tersebut merupakan agenda sidang ketujuh dari gugatan para korban.

Humas Pengadilan Negeri Cianjur Donovan Akbar mengatakan majelis hakim memutuskan jika HA dinyatakan bersalah melakukan perbuatan melawan hukum dan mengabulkan gugatan untuk sebagian tuntutan.

"Tergugat dinyatakan bersalah perbuatan melawan hukum, mengganti kerugian materil Rp 49 miliar," ujar dia, Rabu (23/6/2021).

Menurutnya nilai ganti rugi tersebut sesuai dengan tuntutan kerugian materil dari para korban. Sedangkan untuk kerugian imateril sebesar Rp 15 miliar tidak dikabulkan.

"Untuk kerugian imateril tidak dikabulkan lantaran pertimbangan hukumnya tidak didukung bukti kuat untuk memenuhi putusan tersebut," kata dia.

Dia menambahkan dalam sidang tersebut tergugat tidak hadir dan tidak mewakilkan penasehat hukum untuk menghadiri sidang. Namun putusan tetap dikeluarkan karena majelis sudah melakukan pemanggil sebanyak tiga kali, sebelum dimulai sidang.

"Pihak tergugat sudah dipanggil tapi tidak hadir. Tapi tetap kami beritahu hasil putusannya," kata dia.

Menurut Akbar, pihaknya memberikan kesempatan kepada penggugat dan tergugat untuk pikir-pikir, apakah akan mengajukan banding atau tidak.

"Untuk selanjutnya, kita tunggu apakah ada ajusn banding atau tidak. Kalau tidak banding, putusan ini inkrah," pungkasnya.

Sekadar diketahui, kasus penipuan dengan modus paket murah mencuat pada pertengahan 2020 lalu. Terungkap jika ribuan orang menjadi korban. Bukan hanya dari Cianjur, korban juga banyak yang berasal dari Sukabumi, Bogor, hingga Kabupaten Bandung Barat.

Para korban tergiur janji manis pelaku yang menawarkan paket kurban dengan iuran bulanan yang murah. Pasalnya hanya dengan membayar iuran Rp 15 ribu per bulan selama 10 bulan, peserta diiming-imingi mendapatkan kambing.

Sedangkan untuk paket kurban sapi, peserta cukup membayar iuran Rp 50 ribu per bulan selama 10 bulan.

Sayangnya, paket tersebut tak kunjung datang. Sehingga ratusan korban menggeruduk rumah mewah milik Big Boss paket bodong di Desa Limbangansari Kabupaten Cianjur.

Akhir 2020 lalu, Polres Cianjur akhirnya metetapkan HA sebagai tersangka kasus dugaan penipuan berkedok paket kurban.

Namun selain diproses hukum, para korban juga menggugat HA aliasn ani secara perdata ke Pengadilan Negeri Cianjur.

(mso/mso)