Pemkab Ciamis Siapkan RSUD Kawali untuk Rawat Pasien COVID-19

Dadang Hermansyah - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 10:40 WIB
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya meninjau RSUD Kawali
Foto: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya meninjau RSUD Kawali (Istimewa).
Ciamis -

Pemkab Ciamis gerak cepat untuk mengatasi lonjakan kasus dan terbatasnya ruang perawatan pasien COVID-19 yang kini penuh di setiap rumah sakit. RSUD Kawali siap dibuka pada Rabu (23/6/2021) khusus untuk pasien COVID-19.

"RSUD Kawali akan mulai dioperasikan Rabu 23 Juni 2021 yang akan merawat pasien COVID-19, sebagai antisipasi kondisi sekarang yang mana bed occupancy rate (BOR) di Ciamis yang tinggi juga di daerah lainnya," ujar Direktur RSUD Kawali Yosi Garniwa melalui sambungan telepon, Selasa (22/6/2021).

Yosi menyatakan meski dibuka, RSUD Kawali sementara hanya beroperasi dalam penanganan pasien terkonfirmasi virus Corona.

"Jadi akan menjadi salah satu pusat isolasi Ciamis untuk merawat pasien yang sebelumnya ditempatkan di Asrama Haji Islamic Center Ciamis," ungkapnya.

Guna mengecek langsung kesiapan RSUD Kawali, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya bersama jajarannya meninjau langsung untuk melihat kesiapan operasionalnya.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan upaya untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 dengan menyiapkan ketersediaan ruang perawatan pasien COVID-19. Herdiat mengakui sejumlah rumah sakit kini sudah mulai penuh dimana-mana karena adanya pasien dari luar daerah. Yang tadinya 20 persen kapasitas perawatan kini ditambah menjadi 30 persen.

"Izin operasional RSUD Kawali sudah keluar, jadi kita akan siapkan minimal 20 bed untuk perawatan pasien COVID-19. Fasilitas dan tenaga kesehatannya sudah ada, memang ada beberapa yang ahrus ditambah," ujarnya.

Herdiat telah menginstruksikan agar memberdayakan lagi ruang isolasi setiap desa untuk pasien dengan gejala ringan. Sehingga dapat mempercepat kesembuhan pasien COVID-19. Termasuk meminta agar puskesmas di Ciamis turut menjadi ruang isolasi dengan merawat pasien COVID-19.

"Ciamis memiliki 37 puskesmas dan puskesmas pembantu, apabila setiap puskesmas dapat merawat 3 orang isolasi maka akan sangat terbantu dalam mengatasi keterisian ruang perawatan atau BOR," ungkap Herdiat.

Herdiat menegaskan yang paling penting dalam mencegah terjadinya gelombang kedua COVID-19, masyarakat diminta untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Pemerintah Kabupaten Ciamis pun akan terus meningkatkan operasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Tetap selalu jaga dan pedomani protokol kesehatan, sayangi diri sendiri dan keluarga," katanya.

Simak video 'Kematian Covid-19 Tinggi, Ciamis Masuk Zona Merah Lagi':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)