Kasus COVID-19 di Kota Sukabumi Melonjak, BOR Hanya Tersisa 17 Persen

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 19:18 WIB
COVID-19 Health insurance concept. Blurring of hand holding pen and Stethoscope on health form. Focus on
Foto: Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/farosofa).
Sukabumi -

Kasus COVID-19 di Kota Sukabumi mengalami lonjakan cukup tajam. Hal itu mengakibatkan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di ruang isolasi rumah sakit (RS) rujukan penanganan COVID-19 hanya tersisa 17 persen.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Sukabumi, hingga saat ini di Kota Sukabumi secara keseluruhan terdapat sebanyak 3.066 [kasus COVID-19. Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, terjadi rata-rata kenaikan 35 sampai 50 kasus dalam sehari.

"Kota Sukabumi sekarang mengenai jumlah kasus COVID sudah lebih dari 3.066 kasus, di Kota Sukabumi sampai hari ini ya, dengan penambahan kasus terbaru sebanyak 50 kasus hari ini. Dari hasil tersebut kita ada peningkatan sebesar 120 persen dari bulan sebelumnya, sekarang rata-rata ada kenaikan setiap hari antara 35 - 50 kasus perhari. Ini dimungkinkan (terjadi) karena kemarin ada kegiatan libur panjang," ungkap Juru Bicara GTPP COVID-19 Kota Sukabumi Wahyu Hardiana kepada awak media, Senin (21/6/2021).

Kondisi ini dijelaskan Wahyu, terlihat dari dua minggu terakhir ini terjadi lonjakan dan terus meningkat. Hal ini juga berpengaruh pada proses tracing dan testing.

"Dua minggu terakhir ini kasusnya terus meningkat, termasuk tracing dan testing kita yang biasanya cuma 50 sampai 100 setiap hari Senin sekarang Senin-Kamis itu 300, hari Selasa besok kita akan swab juga testing juga, jadi memang akan kemungkinan di minggu ini akan melonjak," ujarnya.

Dampak dari lonjakan juga terlihat dari BOR RS rujukan yang tingkat keterisian.mencapai 83 persen atau artinya hanya tersisa sebanyak 17 persen dan itupun hanya khusus untuk kasus-kasus anak dan kebidanan sementara untuk kasus dewasa sudah penuh.

"Ruang isolasi sampai kemarin tanggal 20 juni 2021, keterisian BOR kita 83 persen, yang masih kosong itu memang untuk kasus-kasus anak ke bidanan untuk kasus-kasus dewasa sudah penuh. Sehingga di rumah sakit yang melayani isolasi COVID terjadi penumpukan pasien sehingga untuk pasien baru agak susah," jelas Wahyu.

"Saya mendapat informasi di RSUD Syamsudin SH itu antrean masuk sudah sampai 15 persen itu kemarin nah mungkin (hari ini) bertambah. Di RS Asyifa sudah kurang lebih 7 untuk antrean masuk, RS lain Kartika sudah penuh, RS Secapa (Bhayangkara) penuh, RS Al-Mulk yang menyediakan kurang lebih 10 tempat tidur juga sudah penuh begitu ya. Jadi memang sekarang kepada masyarakat diimbau perketat prokes kurangi aktivitas karena RS kita sudah penuh," sambungnya.

Tonton video 'Kasus Corona di RI Tembus 2 Juta!':

[Gambas:Video 20detik]



(sya/mso)