Kasus Corona Melonjak, Warga Pandeglang Dilarang 'Babacakan'

Rifat Alhamidi - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 17:36 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Pandeglang -

Warga Pandeglang dilarang membuat acara 'babacakan' atau tradisi makan bersama untuk mengantisipasi terjadinya klaster penambahan virus Corona. Pasalnya, per hari ini, Jumat (18/6/2021), telah terjadi lonjakan COVID-19 di wilayah tersebut.

"Untuk antisipasi, masyarakat harus terus disiplin dalam penerapan prokes. Bukan hanya 3 M, tapi kerumunan juga harus dibatasi apalagi acara-acara makan bersama. Kalau di kampung mah 'babacakan', itu harus dihindari," kata Kadinkes Pandeglang Raden Dewi Setiani kepada detikcom, Jumat (18/6/2021).

Dewi menyebut, terjadi lonjakan kasus COVID-19 di Pandeglang pascalibur lebaran 2021. Per hari ini, dilaporkan ada 86 kasus baru yang terjadi di wilayah tersebut.

"Karena sekarang ada peningkatan pasca lebaran. Kemarin itu kan banyak yang hajatan dan yang kumpul-kumpul, makanya masyarakat harus terus mematuhi prokes khawatir ada peningkatan kasus dari situ," ungkapnya.

Untuk langkah penanganan, Dinkes berencana menggelar vaksinasi massal bagi masyarakat Pandeglang. Vaksinasi massal itu akan digelar pada 29 Juni 2021 secara serentak di seluruh puskesmas.

"Saat ini vaksinasi tahap 2 termin 5 juga masih terus berjalan di puskesmas. Nanti ada gerakan vaksinasi serentak di Pandeglang, harapannya bisa turun lagi kasusnya," pungkasnya.

Berdasarkan data terakhir, kasus terkonfirmasi positif Corona di Pandeglang mencapai 2.368 kasus. Dengan 2.185 sudah dinyatakan sembuh, 137 masih dirawat dan 46 meninggal dunia.

Kemudian, kasus kontak erat mencapai 2.758 kasus. Dengan 2.647 dinyatakan sembuh dan 111 masih menjalani isolasi.

Kasus suspek mencapai 2.001 kasus dengan 1.903 orang dinyatakan selesai dirawat, 51 orang masih menjalani isolasi dan 47 meninggal dunia. Serta, kasus probable dengan 11 orang dinyatakan meninggal dunia.

(mud/mud)