Innalillahi, Balita Gizi Buruk di Cianjur Meninggal

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 13:12 WIB
RSUD Sayang Cianjur
Foto: RSUD Sayang Cianjur (Ismet Selamet/detikcom).
Cianjur -

Muhammad Bayu, balita penderita gizi buruk di Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur meninggal dunia. Balita yang kondisinya memprihatinkan itu meninggal usai beberapa pekan menjalani perawatan di RSUD Sayang Cianjur.

Informasi yang dihimpun, Muhammad Bayu meninggal pada Jumat dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Sebelumnya, balita tersebut mengalami kritis.

"Semalam kritis, dan sekitar pukul 04.00 WIB, (Bayu) meninggal dunia," ujar Relawan Sosial SKP, Kristiawan Saputra, Jumat (18/6/2021).

Dihubungi terpisah, Kasubag Humas RSUD Sayang Cianjur Diana Wulandari membenarkan jika balita penderita gizi buruk tersebut meninggal usai kondisinya terus menurun dan mengalami kritis.

Diana menjelaskan balita tersebut masuk dan menjalani perawatan di RSUD Sayang Cianjur pada akhir Mei 2021. Pada 7 Juni, Muhammad Bayu dipindahkan ke ruang HCU untuk menjalani perawatan intensif karena kondisinya yang memburuk.

"Masuk HCU tanggal 7, tadi subuh meninggal dunia," kata dia.

Menurutnya jenazah balita gizi buruk itu sudah dibawa ke rumah duka dan dimakamkan di pemakaman umum dekat rumah orangtuanya. "Sudah dibawa ke Agrabinta tadi pagi, informasinya dimakamkan di sana," ungkapnya.

Sebelumnya, kondisi Muhammad Bayu balita berusia 20 bulan begitu memprihatinkan. Gizi buruk yang dideritanya membuat tubuhnya sangat kurus, layaknya tersisa kulit dan tulang.

Bayi bernama Muhammad Bayu itu merupakan anak bungsu dari empat bersaudara dari pasangan Ahmidin (38) dan Alisa (31), Warga Kampung Simpang Tiga, Desa Tanjungsari, Kecamatan Agrabinta.

Alisa, ibu dari balita tersebut mengungkapkan jika anaknya terlahir dengan kondisi normal. Berat badan bayi laki-laki itu mencapai 3,4 kilogram

"Awalnya lahir normal, persalinan dibantu bidan," ungkap Alisa.

Namun saat menginjak usia 1 tahun, Bayu mulai menunjukkan gejala penyakit. Balita itu kerap mengalami demam tinggi hingga sering diare.

"Usia 13 bulan sempat dibawa ke bidan untuk diperiksa dan diberi obat. Tapi kondisi anak saya semakin parah, lebih sering lagi demam dan diare. Sesekali juga muntah," ungkapnya.

Setiap hari kondisi bayi tersebut semakin memprihatinkan, berat badannya yang semula 8 kilogram saat usia 13 bulan pun terus menurun.

Bahkan di usianya yang menginjak 20 bulan atau hampir 2 tahun itu, berat badan Bayu hanya sekitar 5 kilogram. Padahal idealnya dalam usia tersebut, berat bayi berkisar 8 hingga 11 kilogram.

(mso/mso)