Corona Mengganas, Satu RT-Kantor DPRD Banjar Lockdown

Faizal Amiruddin - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 12:34 WIB
Satu RT di Banjar lockdown
Foto: Satu RT di Banjar lockdown (Istimewa).
Banjar -

Lonjakan kasus Corona menggila di Kota Banjar. Satu lingkungan RT dan dua kantor pemerintahan di Kota Banjar terpaksa ditutup sementara.

Lingkungan RT yang terpaksa ditutup atau lockdown adalah RT 2 RW 8, Dusun Sampih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari Kota Banjar. "Lockdown sejak tadi malam, karena banyak warga yang terpapar Corona," kata Kepala Desa Rejasari Subur Waluyo, Jumat 918/6/2021). Dia mengatakan penutupan akan dilakukan sampai 7 hari ke depan.

Subur menjelaskan penularan Corona di desanya mayoritas berasal dari klaster acara hajatan di Dusun Sampih yang digelar salah seorang warga pada 4 Juni 2021 lalu. Klaster ini muncul setelah salah seorang anggota DPRD yang juga warga setempat diketahui positif Corona.

Setelah dilakukan penelusuran, ternyata acara hajatan itu memicu klaster penularan. Total ada 21 warga di RT tersebut yang terpapar dari klaster hajatan. "Istri saya juga kena dari klaster hajatan itu, sehingga saya pun sekarang menjalani isolasi mandiri," kata Subur.

Selain itu sejumlah perangkat Desa Rejasari pun ada yang terpapar, sehingga pihaknya menutup operasional kantor desa untuk sementara waktu. "Jadi selain lockdown RT 2 RW 8, kantor desa juga ditutup," kata Subur.

Terkait kebutuhan warga yang menjalani isolasi mandiri, Subur mengatakan pihak desa memberikan bantuan bahan pangan dan kebutuhan lainnya. "Dari desa ada bantuan, terutama untuk warga tidak mampu. Selain itu kami saling membantu sesama warga," kata Subur.

Sementara itu juru bicara Satgas COVID-19 Kota Banjar Agus Nugraha mengatakan selain menutup operasional kantor Desa Rejasari dan menutup satu RT di Dusun Sampih, pihaknya juga menutup kantor DPRD Kota Banjar.

Penutupan kantor wakil rakyat itu dilakukan menyusul 2 pegawai sekretariat terpapar Corona. "Ada dua pegawai yang positif, jadi dilakukan penutupan sementara selama 3 hari," kata Agus.

Data Satgas COVID-19 Kota Banjar per Kamis (17/6/2021) menunjukan, dari 25 desa/kelurahan yang ada sebanyak 19 desa/kelurahan dalam status zona merah. Total jumlah pasien positif sebanyak 180 orang, terdiri dari 8 orang dirawat di RSU dan 172 menjalani isolasi mandiri. "Walaupun mengalami lonjakan, namun mayoritas tanpa gejala. Jumlah pasien yang dirawat di RSU ada 8 orang," kata Agus.

(mso/mso)