Kunjungi RSKIA Bandung, Menko PMK Cek Penanganan Ibu Hamil Kena Corona

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 16:41 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengecek penanganan ibu hamil positif Corona di RSKIA Bandung
Menko PMK Muhadjir Effendy mengecek penanganan ibu hamil positif Corona di RSKIA Bandung (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengunjungi Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) di Bandung. Muhadjir terkesan dengan penanganan pasien COVID-19 Ibu hamil di RS tersebut.

"Kenapa kita tinjau, karena di sini ada semacam inovasi yang dilakukan oleh rumah sakit ini yaitu melayani Ibu hamil yang kena COVID-19," ucap Muhadjir di RSKIA, Jalan Kopo, Kota Bandung, Rabu (16/6/2021).

Muhadjir memantau RSKIA didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Keduanya mendatangi satu persatu ruangan di RS rujukan COVID-19 Bandung itu.

Kembali ke soal ibu hamil COVID-19. Muhadjir menuturkan RSKIA memiliki metode untuk penanganan ibu hamil terpapar COVID-19. Menurut dia, segala penanganan dilakukan sesuai urutan penanganan.

"Jadi ibu hamil kena covid dengan segala penindakan yang disiapkan mulai dari pemeriksaan mereka suspek, penanganan yang positif, kemudian ketika melahirkan kemudian anak bisa ditangani diperiksa ulang untuk dipastikan apakah mereka suspek atau positif covid seperti ibunya," tutur dia.

Berdasarkan laporan yang dia terima, sejak awal tahun hingga saat ini sudah ada 400 ibu hamil suspek COVID-19. Sebanyak 260 di antaranya dinyatakan positif COVID-19.

"Itu artinya apa, angka ibu hamil, kemudian terkena covid, contoh RS ini hampir 60 persen total ibu hamil. Menunjukan covid tidak pandang bulu menyerang ibu yang hamil kemudian risiko ke anaknya," kata dia.

Terkait fasilitas yang disiapkan, Muhadjir menuturkan RSKIA sudah mempersiapkan berbagai fasilitas terutama kapasitas tempat tidur.

"Kapasitas nanti mungkin ada dukungan dari BNPB dari kapasitas 100 menjadi 150 khusus menangani ibu hamil, suspek. Tapi dibuka juga untuk umum. Tapi itu dibatasi," katanya.

(dir/mud)