Bandung Raya Siaga 1 Corona, Tamu Luar Daerah Dilarang Masuk Cimahi

Whisnu Pradana - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 15:08 WIB
Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana
Foto: Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana (Whisnu Pradana/detikcom).
Cimahi -

Pemerintah Kota Cimahi mulai mengambil langkah antisipasi dan penanggulangan buntut dari melonjaknya tren kasus COVID-19 yang terjadi selama beberapa pekan belakangan.

Hal itu juga menindaklanjuti penetapan status siaga satu COVID-19 di wilayah Bandung Raya termasuk di dalamnya Kota Cimahi, yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Karena ada instruksi dari gubernur soal status siaga satu Bandung Raya, untuk itu Cimahi sudah siap. Kita melaksanakan arahan tersebut," ungkap Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana kepada detikcom, Rabu (16/6/2021).

Langkah antisipasi tersebut yakni pengetatan aktivitas pergerakan masyarakat seperti tidak menerima tamu dari luar daerah Cimahi terutama Jakarta dan sekitarnya.

Hal itu dilakukan lantaran lonjakan kasus COVID-19 di Cimahi dalam beberapa pekan belakangan terjadi karena pergerakan masyarakat saat mudik dan libur Lebaran 2021.

"Sementara tidak menerima tamu dari luar Kota Cimahi dulu. Saya pribadi kemarin ada tamu dari Jakarta tapi saya tolak, saya bilang jangan dulu. Dan kita juga tidak bepergian ke luar daerah termasuk Jakarta. Intinya pendatang ditahan dulu," katanya.

Ngatiyana juga sudah menginstruksikan agar Satgas COVID-19 tingkat RT, RW, serta kelurahan yang ada RW dengan status zona merah melakukan pengetatan akses keluar masuk warganya. "Disampaikan ke Satgas COVID-19 kelurahan dan RW, agar RW zona merah dijaga ketat pintu masuknya," ucapnya.

Upaya lainnya yakni membatasi jumlah pengunjung ke pusat perbelanjaan maksimal hanya 50 persen. Lalu jam operasional pertokoan dibatasi mulai dari pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB.

"Operasional pusat perbelanjaan sesuai instruksi Mendagri itu boleh. Tapi kunjungan maksimal hanya 50 persen dari kapasitas total. Berlaku sama untuk kegiatan keagamaan juga dibatasi 50 persen," jelasnya.

"Kesehatan dan ekonomi seimbang, tapi yang paling utama itu disiplin menerapkan prokes. Minimal kita tidak lepas dari masker setiap hari," kata Ngatiyana menambahkan.

Dia meminta kepada semua pihak untuk serius dalam menekan dan menanggulangi meledaknya kasus COVID-19 saat ini.

"Kebetulan kita sudah evaluasi PPKM mikro. Hasilnya Cimahi ini nilai R rasionya baru 2,1 persen, artinya masih orange. Kalau 2,5 kemungkinan merah, artinya empat strip lagi. Khawatir kalau tidak serius menangani COVID-19 bisa jadi zona merah," tegasnya.

(mso/mso)