Jembatan Bambu Penghubung 2 Desa di Cianjur Hanyut Akibat Luapan Sungai

Ismet Selamet - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 20:38 WIB
Jembatan bambu penghubung dua desa di Cianjur hanyut
Jembatan bambu penghubung dua desa di Cianjur hanyut (Foto: Dok warga)
Cianjur -

Jembatan bambu penghubung antar desa di Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur hanyut terbawa luapan arus Sungai Cisadea, Minggu (13/6/2021). Akibatnya aktivitas warga di dua desa terhambat.

Ketua RT 01 Kampung Bojonggede Iskandar, mengatakan jembatan yang menghubungkan Desa Muara Cikadu dan Desa Sirnagakih Kecamatan Sindangbarang tersebut hanyut Minggu sore, sebelumnya hujan deras mengguyur selama beberapa jam. Akibatnya air sungai meluap hingga setinggi jembatan.

"Air sungai meluap akibat hujan deras. Sehingga jembatan bambu hanyut terbawa arus Sungai Cisadea," ujar Iskandar, Minggu (13/6/2021).

Menurut dia, hanyutnya jembatan bukan yang pertama. Hampir setiap tahun, terutama saat musim hujan, jembatan sepanjang 40 meter yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya itu kerap hanyut oleh luapan air sungai.

"Setiap tahun kita bangun jembatan seadanya untuk mempermudah akses warga, sebab biasanya warga harus pakai sampan untuk menyebrang. Makanya kami bangun tapi tidak bertahan lama, sebab saat musim hujan pasti hanyut," kata dia.

Ia berharap pemerintah bisa segera membangun jembatan yang layak, agar aktivitas masyarakat tidak lagi terkendala akibat jembatan yang hanyut.

"Sudah bosan tiap tahun ya begini nasib kami kalau musim hujan datang, tapi mau bagaimana lagi karena ini kebutuhan, anak-anak sekolah lewat sini, ibu-ibu ke pasar lewat jembatan ini. Jadi tiap tahun pasti urunan lagi buat bangun jembatan. Kami mohon untuk diperhatikan, dibantu jembatan yang layak dan aman," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Muaracikadu Surahman, mengaku belum mengetahui kejadian jembatan hanyut tersebut.

"Nanti kami konfirmasi dulu sama pihak RT/RW setempat, karena memang saat ini kami belum menerima laporan dari warga," ujarnya.

Namun Ia menyebutkan jika sebenarnya jembatan tersebut adalah jembatan sementara di musim kemarau.

"Jadi sebenarnya jembatan tersebut bukan jembatan permanen, melainkan jembatan sementara jika datang musim kemarau dari hasil swadaya masyarakat," tuturnya.

Dia membenarkan juga adanya aktivitas utama pada jembatan tersebut, seperti akses jalan anak-anak untuk pergi sekolah dan kaum ibu ke pasar desa.

Surachman menegaskan bahwa sudah pernah membuat ajuan agar di bangun jembatan di lokasi tersebut, agar aktivitas warga tidak terhambat. "Sudah pernah kami ajukan untuk jembatan tersebut ke pihak Kabupaten Cianjur, khususnya pihak dinas PUPR. Kami masih tunggu realisasinya" tegasnya.

(mud/mud)