Klaster Industri, 60 Karyawan Pabrik di Karawang Positif COVID-19

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 22:25 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Karawang -

Satgas Penanganan Covid-19 Karawang menemukan 60 karyawan sebuah pabrik terkonfirmasi positif COVID-19. Mereka diduga terkena corona usai liburan dan mudik.

"Iyah benar, ada 60 karyawan positif covid-19 dari total 141 karyawan," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Karawang Fitra Hergyana saat dihubungi melalui telepon selular, Sabtu (12/6/2021).

Ia mengatakan, 60 karyawan yang terkonfirmasi positif, diduga terpapar saat mudik,dan liburan. Kini menurutnya, mereka tengah melakukan isolasi mandiri.

"Mereka yang positif dugaan karena mudik, dan liburan, mereka tidak dirawat, dan semua isolasi mandiri," katanya.

Para karyawan yang melakukan isolasi mandiri tersebut dipantau oleh satgas kecamatan.

"Mereka yang isolasi mandiri, dipantau, dan diawasi oleh satgas kecamatan, dan mendapat obat dari Puskesmas setempat," jelasnya.

Terkait antisipasinya adanya penyebaran, pihaknya melakukan tracing, tracking, dan tes swab antigen terhadap kontak erat dari 60 karyawan yang positif tersebut.

"Jadi sudah lakukan Tracing, tracking, juga tes swab antigen terhadap yang kontak erat dengan 60 karyawan yang positif," terangnya.

Selain itu, pihaknya juga telah mengarahkan agar PPKM mikro di kecamatan ditingkatkan, dari sosialisasi prokes, juga penggunaan masker.

"Kami sudah mengarahkan kepada satgas di kecamatan untuk tingkatkan giat PPKM Mikronya kepada masyarakat, agar tetap menjalankan prokes, dan memakai masker," tuturnya.

Sementara itu, tingkat keterisian tempat tidur di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk pasien Covid-19 mencapai 83.04 persen, dengan rincian 911 bed terisi dari 1.097 bed yang disediakan oleh pemerintah. Lanjutnya, bahwa saat ini pihaknya sudah menambahkan 200 bed, juga melakukan koordinasi dengan Dinkes dan RS swasta terkait ketersediaan bed.

"Kita sudah antisipasi adanya lonjakan pasien, dan menambah 200 bed, dari 1.097 yang tersedia, juga kami koordinasi dengan pihak RS swasta apabila bed tidak memadai," terangnya.

Untuk penggunaan hotel untuk menyediakan ruang isolasi, ia mengakui tidak digunakan kembali, melainkan hanya isolasi mandiri di rumah.

"Dan belum ada rencana untuk kembali menggunakan hotel untuk tempat isolasi, kita berlakukan isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan dari satgas setempat," tandasnya.

(ern/ern)