Pengumuman! Kota Cimahi Kembali Zona Merah

Whisnu Pradana - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 20:43 WIB
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render
Foto: Getty Images/BlackJack3D
Cimahi -

Kota Cimahi menyusul tetangganya Kabupaten Bandung Barat yang terlebih dahulu kembali masuk ke zona merah atau daerah dengan risiko tinggi penyebaran COVID-19.

Kota Cimahi kembali masuk zona merah setelah berada di zona orange atau daerah risiko sedang penyebaran COVID-19 selama beberapa pekan belakangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Pratiwi mengatakan perkembangan kasus positif COVID-19 di Kota Cimahi beberapa hari belakangan ini kian mengkhawatirkan. Hal itulah yang jadi penyebab Kota Cimahi kembali ke zona merah.

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan COVID-19, kasus di Kota Cimahi naik hingga 250 persen dalam tiga pekan terakhir setelah Idul Fitri.

"Ya (zona merah), kasusnya mengkhawatirkan. Sehari itu bisa ada penambahan kasus baru sebanyak 30 sampai 40 kasus," ungkap Pratiwi saat dihubungi, Sabtu (12/6/2021).

Sementara merujuk pada data di Pusat Informasi COVID-19 Cimahi (PICC), jumlah kasus di Cimahi hingga saat ini menembus 6.350 kasus. Rinciannya 516 orang masih terkonfirmasi aktif, lalu 142 orang meninggal dunia, dan angka kesembuhan mencapai 5.689 orang.

"Evaluasi terakhir kan masih orange, tapi bayangan kita memang kalau kasus terus meningkat seperti ini khawatir ke (zona) merah dan betul akhirnya ke zona merah," ujarnya.

Tak cuma angka kasus yang terus meningkat, tingkat keterisian rumah sakit di Kota Cimahi juga cukup tinggi mencapai 76,47 persen. Pasien yang menjalani isolasi di rumah sakit rujukan COVID-19 Cimahi pun banyak yang berasal dari luar daerah, seperti Kabupaten Bandung, KBB, hingga Kota Bandung.

Pihaknya sudah menginstruksikan seluruh rumah sakit untuk menambah kapasitas tempat tidur khusus pasien COVID-19. Salah satunya di RSUD Cibabat yang menambah 20 bed untuk pasien COVID-19.

"Yang dirawat itu ada yang dari wilayah tetangga, karena itu kan hak pasien mau dirawat dimana. Sudah diinstruksikan untuk tambah bed biar bisa menampung pasien positif baru," pungkasnya.

(ern/ern)