Kasus Meningkat, BOR Rumah Sakit Bandung Capai 86 Persen

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 13:57 WIB
Ruang isolasi khusus rshs
Ilustrasi ruang isolasi RSHS Bandung/Foto: Mukhlis Dinillah
Bandung -

Keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Bandung kembali meningkat di angka 86,17 persen. Meski meningkat, pemerintah Kota Bandung mengklaim pasien COVID-19 tetap dilayani.

"BOR pagi ini masih 86,17 persen," ucap Yorisa kepada detikcom via pesan singkat, Sabtu (12/6/2021).

Angka ini meningkat setelah sebelumnya pada Kamis (10/6) berada di angkat 78 persen. Namun sehari berselang, angka tersebut kembali meningkat.

Kendati demikian, Yorisa tak merinci rumah sakit mana saja yang penuh. Menurut dia, tingkat keterisian di rumah sakit Kota Bandung hampir merata.

"Hampir semua merata, tidak ada yang menonjol, karena akses ke RS-nya by sistem, jadi terbagi merata," kata dia.

Meski angka BOR kembali naik, dia memastikan seluruh masyarakat terlayani. Berdasarkan pengamatannya, rumah sakit tetap kooperatif dalam melayani masyarakat.

Begitu juga di bagian IGD. Menurut Yorisa, meskipun IGD penuh, aliran keluar masuk pasien tetap kondusif.

"Ya karena pintu masuknya harus via IGD, hasil pemantauan dan laporan penuh, tetapi mengalir," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan dua warga positif COVID-19 berdasarkan antigen tak bisa dirawat di RS meski bergejala, karena ruang isolasi penuh. Sari (50). Warga Sukajadi itu diketahui positif COVID-19 pada Jumat (12/6). Ia diminta pihak puskesmas ke RS. Sari diantar anaknya pergi ke IGD RS Hermina Pasteur. Ia harus menunggu hingga 4 jam untuk mendapat penanganan. Ia pun tes PCR dan diminta isolasi mandiri.

Pengalaman tak mengenakkan juga dialami Dita Agustina (29), warga Arcamanik. Ia sampai pingsan karena pusing saat menunggu penanganan di RS Santosa. Meski merasakan gejala, Dita diminta isolasi di rumah karena RS penuh.

(dir/ern)