Budi Daya Jamur Tiram, Petani Milenial Sukabumi Sukses Raup Cuan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 02 Jun 2021 14:51 WIB
Budi Daya Jamur Tiram di Sukabumi
Dede Latif, petani milenial di Sukabumi. Ia budi daya jamur tiram. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi -

Berawal dari rasa penasaran, Dede Latif (32) sukses menikmati pundi-pundi dari budi daya jamur tiram di halaman sekitar rumahnya. Petani milenial asal Kampung Wangunreja, Kabupaten Sukabumi, ini bisa meraup untung ratusan ribu rupiah per sehari.

Budi daya jamur tiram yang dilakoni Dede sama sekali tidak tersentuh program pemerintah. Mulai permodalan awal hingga kini mempekerjakan belasan karyawan, Dede lakoni sendiri selama hampir 10 tahun.

"Awalnya dari coba-coba karena penasaran soal budi daya jamur tiram, modal awal itu Rp 500 ribu. Hanya beberapa baglog atau media yang digunakan untuk tempat tumbuhnya jamur. Alhamdulillah terus berkembang sampai sekarang punya 20 ribu baglog," kata Dede kepada detikcom, Rabu (2/6/2021).

Perlahan namun pasti, budi daya jamur tiram yang dilakoni Dede berkembang pesat. Keuntungan bisnis jamur tiram dipakai Dede untuk membiayai kuliahnya. Tidak hanya itu, sebuah rumah dan kendaraan roda empat Dede diperolehnya dari jamur tiram.

"Pasaran masih sekitar pasar tradisional, belum sampai ke luar negeri karena daya tahan jamur tiram kan terbatas," ucapnya.

Jamu TiramJamu tiram (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

Budi daya jamur tiram yang dilakoni Dede bukan tanpa kegagalan. Ia pernah merugi sampai Rp 30 juta karena kesalahan teknis dan hama.

"Sering mengalami kegagalan, pernah rugi sampai Rp 30 juta, kurang lebih 15 ribu baglog. Tapi saya enggak berhenti, gagal bangun lagi belajar dari kesalahan. Alhamdulillah secara materi tercukupi, sudah punya rumah, punya kendaraan, biaya kuliah," kata ayah satu anak tersebut.

Simak juga video 'Fakta-fakta Bakteri Listeria yang Dikaitkan dengan Jamur Enoki':

[Gambas:Video 20detik]



Rata-rata penghasilan Dede mencapai Rp 300 ribu - Rp 500 ribu per hari. Sewaktu panen dan harga bagus, sehari Dede bisa mengumpulkan cuan Rp 1 juta.

"Kalau jamur relatif naik turun, rata-rata Rp 300 ribu-Rp 500 ribu, ketika serdang naik bisa sampai Rp 1 juta dalam sehari. Faktor harga dipengaruhi keluar panennya, harga sih kebanyakan standar ya. Masih pasar lokal, sehari kalau panen raya bisa 30 kilogram sampai 60 kilogram," ujarnya.

Dede memanfaatkan lahan di sekitar rumahnya sekitar 130 meter persegi. Dia juga menjaring warga di sekitar rumahnya untuk sama-sama budi daya jamur tiram.

"Saya juga membantu petani-petani milenial lainnya untuk budidaya jamur tiram. Kami support media tanamnya. Saya sendiri sepanjang 10 tahun tidak ada bantuan pemerintah, semuanya mandiri. Pernah pinjam ke bank hanya sekali, sekarang sudah selesai dan enggak mau pinjam lagi lebih baik pakai modal sendiri," tutur Dede.

Budi Daya Jamur Tiram di SukabumiBudi daya jamur tiram di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
(sya/bbn)