Melihat Sekolah di Tasikmalaya-Ciamis Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Dadang Hermansyah, Deden Rahadian - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 11:04 WIB

Sekolah Tatap Muka di Ciamis

Sementara itu, sekolah berbagai jenjang di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mulai kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (24/5/2021).

Berbeda dari sebelumnya masuk secara shifting dalam sehari atau pagi dan siang. Kali SMP di Ciamis memberlakukan sistem masuk kelas selang sehari dan saat tidak masuk melaksanakan secara daring.

Seperti yang dilaksanakan SMP Negeri 1 Ciamis, pada hari pertama setelah libur lebaran yang ke sekolah adalah kelas VII, sedangkan kelas VIII melaksanakan belajar daring di rumah. Hari selanjutnya bergantian. Sedangkan untuk kelas IX tidak masuk karena telah selesai ujian.

Kepala SMP Negeri 1 Ciamis Agus Sumantri mengatakan tujuannya untuk menghindari kerumunan. Dengan melaksanakan satu kali masuk setiap hari lebih memudahkan pengawasan dan mengatur siswa saat masuk dan keluar sekolah.

"Jadi untuk sekarang kita pakai sistem selang sehari masuk sekolah dan belajar daring. Itu berdasarkan surat edaran Bupati Ciamis dimana yang masuk itu 50 persen dari kapasitas," ujar Agus Sumantri.

Agus menuturkan untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini dilaksanakan dari 24 Mei sampai 24 Juni 2021. Pada hari pertama ini tercatat seluruh siswa kelas VII masuk sekolah secara antusias.

"Alhamdulillah para siswa antusias, mungkin sudah libur sekolah cukup lama kemarin saat lebaran jadi semangat mereka untuk sekolah tinggi," jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Ciamis memutuskan untuk melanjutkan uji coba PTM selama 1 bulan dimulai Senin (24/5/2021).

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya telah mengeluarkan surat edaran (SE) terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka setelah lebaran. Dalam SE tersebut sekolah yang bisa melaksanakan tatap muka hanya yang berada di zona hijau dan kuning. Sekolah yang sudah terverifikasi layak dalam melaksanakan protokol kesehatan.

"Tenaga pendidik atau guru yang telah divaksinasi COVID-19, juga harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat," ujar Herdiat.

Ketentuan lainnya, guru yang berasal dari zona oranye dan merah tidak diperkenankan ke sekolah dan melaksanakan pembelajaran secara daring. Begitu juga peserta didik yang berasal dari zona merah dan oranye melaksanakan pembelajaran secara daring.

"Guru wajib datang paling awal dari peserta didik. Sekolah dibatasi 50 persen dari kapasitas dan menyesuaikan rombongan belajar atau shifting waktu pembelajaran," katanya.


(mso/mso)