Jabar Sumbang Kasus COVID-19 Tertinggi Hari Ini, Begini Peta Sebarannya

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 19:46 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Jawa Barat menyumbang penambahan kasus baru COVID-19 di Indonesia pada Selasa (18/5/2021). Dilaporkan, dari 4.185 kasus pasien terkonfirmasi, 1.119 di antaranya berasal dari Jawa Barat.

Dalam sepekan terakhir, penambahan kasus COVID-19 di Jabar fluktuatif. Pada 11 Mei terjadi penambahan 1.373 kasus, tetapi turun kembali menjadi 814 kasus keesokan harinya, lalu berturut-turut 814 kasus, 400 kasus, 610 kasus, 723 kasus, 792 kasus dan 1.361 kasus.

Berdasarkan laporan yang dirilis laman Pusat Informasi dan Koordinasi (Pikobar) total kasus terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 299.784 kasus. Rinciannya 29.255 di antaranya masih dalam isolasi atau perawatan.

266.505 telah selesai isolasi atau sembuh dan 4.024 meninggal dunia. Berdasarkan sebarannya, kasus aktif paling banyak berada Kabupaten Bogor dengan 4.920 kasus. Kemudian disusul Kota Depok (3855 kasus), Kabupaten Bandung (2829 kasus), Bandung Barat (2477) dan Kota Bekasi (2435 kasus).

Sementara itu di Jawa Barat terdapat empat kelurahan atau desa yang masuk ke dalam kategori zona merah, atau daerah dengan potensi penularan COVID-19 yang tinggi. Yakni Karang Tengah (Babakan Madang, Kabupaten Bogor), Cibangkong (Batununggal, Kota Bandung), Cikutra (Cibeunying Kidul, Kota Bandung) dan Cibeureum (Cimahi Selatan, Kota Cimahi).

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menuturkan, antisipasi penularan COVID-19 dari pemudik yang kembali ke Jabar di lingkungan rukun warga dilakukan untuk mencegah munculnya klaster COVID-19 di permukiman.

"RT/RW wajib melaporkan siapa saja warganya yang hilang selama Lebaran, artinya dia mudik. Lalu, mereka (pemudik) akan kami prioritaskan melakukan tes COVID-19, baik rapid test antigen maupun PCR," kata Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (17/5/2021).

Pengetesan COVID-19, kata Kang Emil, akan diutamakan bagi pemudik yang berasal dari kawasan Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) dan Bandung Raya. Dua kawasan tersebut menjadi sumber pemudik. Sedangkan kapasitas pengetesan di 17 titik mencapai 200 tes per hari.

"Ada 17 titik yang sudah disiapkan masing-masing titik 200 pengetesan jadi per hari sekitar 3.500-an pengetesan rapid test antigen," ucapnya.

Simak juga 'Jokowi Minta Gubernur Hingga Wali Kota Wajib Melek Data Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)