Jabar Hari Ini: Ibu 'Ngegas' ke Polisi Minta Maaf-Pemudik Pakai Pelat Nomor Palsu

Tim detikcom - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 20:52 WIB
Pengendara plat B yang maki petugas di Sukabumi minta maaf
Foto: Pemudik yang maki petugas minta maaf (Syahdan Alamsyah/detikcom).

Analisis Psikolog soal Rentetan Viral Orang Memaki di Momen Libur Lebaran

Belakangan ini ramai sejumlah orang yang menjadi viral karena marah-marah dan memaki. Dari pengendara mobil berpelat B yang ngegas saat disekat di Pos Penyekatan Bogor-Sukabumi sampai wanita yang ngamuk karena barang COD-nya tak sesuai dengan pesanan. Fenomena apakah ini?

Psikolog Rosdiana Setyaningrum menjelaskan bahwa fenomena seperti ini belum bisa disimpulkan. Pasalnya, belum ada penelitian yang mengungkap fenomena ini.

"Kalau soal apakah ini tren dan mengapa orang-orang bisa marah-marah, saya juga belum tahu. Karena ini belum ada penelitian juga. Siapa tahu juga, ibu-ibu yang marah-marah itu juga sudah terbiasa marah-marah. Tapi kebetulan viral karena ada media sosial," psikolog Rosdiana Setyaningrum saat dihubungi, Senin (17/5) hari ini.

Kendati demikian, dia melihat fenomena ini merupakan tanda berkurangnya rasa hormat orang-orang kepada orang lain. Orang menjadi lebih sukar menghargai orang lain yang dianggap lebih lebih rendah.

"Saya melihat, sebagai contoh, ibu yang kena penyekatan itu lebih kepada marah. Bukan sedih. Karena stres bisa sedih dan marah. Kalau penyebabnya, saya tidak tahu. Tapi saya kira ini lebih kepada orang sekarang yang memang penghormatannya kepada orang lain itu turun ya. Sekarang orang memang tampak sulit menghargai orang yang dia anggap lebih rendah," ungkapnya.

Dia lantas mengaitkan orang-orang yang marah dan viral ini dengan survei tentang warganet Indonesia. Microsoft sempat mengeluarkan laporan tahunan terbaru yang antara lain mengukur tingkat kesopanan netizen atau pengguna internet dengan tajuk 2020 Digital Civility Index (DCI). Netizen Indonesia termasuk yang diteliti dan menempati ranking bawah.

"Jadi saya melihat orang sekarang kurang bisa menghargai orang lain dan menganggapnya rendah. Jadi mudah memaki. Maka benar itu survei netizen Indonesia tidak punya sopan santun. Ini cuma gambaran kita di media sosial aja, saat orang gampang memaki di medsos. Di dunia nyata akhirnya melihat orang lebih rendah," tuturnya.

Dia menjelaskan bahwa saat marah orang bisa mencari cara pelampiasan kemarahan tanpa memaki. "Padahal ketika marah yang bisa dilakukan adalah mengontrol ucapan. Misal ketika kena sekat, ibu itu padahal bisa mengungkapkan kemarahannya seperti, 'Pak, saya sudah setahun tidak mudik'. Bukan dengan memaki," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, penumpang mobil berpelat B yang melintas di Pos Penyekatan Bogor-Sukabumi malah 'ngegas' karena ogah diputar balik. Detik-detik kejadian tersebut terekam video dengan durasi 23 detik dan tersebar di aplikasi perpesanan.

"Kejadian sekitar pukul 09.00-09.30 WIB, tadinya dia melintas di pos penyekatan Benda, sudah diputarbalikkan. Mengaku dari Bekasi, dia sempat argumen juga dengan saya," kata Kapolsek Cicurug Resor Sukabumi Kompol Parlan kepada detikcom, Sabtu (15/5) lalu.

Penumpang mobil yang diketahui bernama Hesti itu sampai memaki dengan kata-kata kasar. Namun dia sudah meminta maaf dan mengaku khilaf.

Aksi marah-marah dengan berkata kasar juga dilakukan oleh seorang wanita bergamis kuning. Dalam adegan video yang viral, tampak wanita itu memaki habis-habisan kurir di depannya karena merasa barang yang dibelinya tidak sesuai dengan pesanannya. Bahkan kalimat kasar pun dilontarkannya.

Aksi marah-marah juga dilakukan oleh seorang wanita kepada petugas di pos penyekatan simpang Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon bikin heboh. Wanita itu kini dicari polisi dan akhirnya tertangkap.

Video wanita marah-marah ke petugas itu tersebar di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat wanita yang mulanya duduk di samping kursi pengemudi itu bahkan sempat ke luar mobil untuk memaki petugas.

Tak hanya memaki, wanita itu turut memukul mobil yang ditumpanginya.

Wanita itu diketahui hendak pergi ke Anyer, Serang, Banten. Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono mengatakan petugas Satreskrim Polres Cilegon sudah bergerak untuk menangkap wanita itu. Namun Sigit enggan mengungkap identitas wanita itu karena masih dalam pengejaran.

"Sudah diidentifikasi, sudah ada informasi sudah masuk, jadi mohon doanya dalam waktu yang tidak lama segera kita amankan," kata Sigit kepada detikcom.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5