Gubernur Banten Wanti-wanti Lonjakan Corona Usai Kerumunan Wisatawan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 17:45 WIB
Gubernur Banten Wahidin Halim
Gubernur Banten Wahidin Halim (Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom)
Serang -

Melonjaknya wisatawan ke beberapa destinasi wisata di Banten seperti Anyer-Carita menimbulkan kekhawatiran lonjakan kasus positif COVID-19. Sebab jumlah wisatawan yang tidak terkontrol dan minim protokol kesehatan.

"Naik pasti (kasus Corona), biasanya begitu. Apalagi ada aktivitas wisatawan nggak terkontrol," kata Gubernur Wahidin Halim kepada wartawan di Serang, Senin (17/5/2021).

Perlu ada peningkatan jumlah tracing-tracking pascalibur Lebaran 2021 yang mengakibatkan penumpukan jumlah wisata tersebut. Peristiwa itu, menurut Wahidin, menunjukkan bahwa wisatawan tidak bisa dikendalikan.

Maka itu, pihaknya harus mengeluarkan penutupan wisata hingga 30 Mei begitu melihat kondisi pengunjung yang membeludak. Meski ada yang dirugikan, kepentingan pengendalian Corona ini Wahidin anggap penting untuk meminimalisir penyebaran. Pemerintah daerah juga perlu mengambil sikap saat kondisi tidak terkendali.

"Kebijakan selalu ada yang dirugikan, mungkin mereka merasa dirugikan karena kegiatan dagangnya. Tapi kita lebih utamakan kepentingan yang lebih besar, kalau terjadi wabah makin lama prosesnya," ujar Wahidin.

Pemprov Banten, ujar dia, menghitung dampak kerumunan wisatawan yang bisa menjadikan lonjakan kasus positif Corona. Wahidin membandingkan kerumunan di India dengan pengunjung yang datang ke lokasi wisata di Banten.

"Yang kita hitung dampak penyebaran COVID kaya di India, lihat di pantai kaya apa itu bahaya. Bukan soal ekonomi saja, tapi masyarakat yang kena (bisa) lumpuh juga ekonomi, apalagi nanti rumah sakit. Biaya rumah sakit berapa, bisa besar," ucap Wahidin.

Kendati okupansi hari ini rumah sakit pasien Corona di bawah 50 persen, bisa saja berubah begitu melihat kunjungan wisatawan kemarin. Apalagi, catatan sebelumnya, ditemukan indikasi lonjakan penularan setelah libur Lebaran dan Tahun Baru lalu.

"Bahwa ada indikasi dan belajar dari peristiwa sebelumnya kerumunan menimbulkan peningkatan. Kalau tahun lalu kenaikannya 100 persen," kata Wahidin.

Penutupan objek wisata saat libur Lebaran memang menimbulkan berbagai respons dari masyarakat. Banyak pedagang dan warga di sekitar lokasi wisata protes, misalnya di objek wisata air di Cikoromoy dan Pantai Carita di Pandeglang.

(bri/bbn)